Lintaskabar.id, Makassar – Fakultas Psikologi Universitas Bosowa dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar memperkuat kerja sama pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Rappocini, Makassar, Senin (11/05/2026), itu juga menghadirkan edukasi bagi RT dan RW se-Kelurahan Rappocini terkait penanganan kekerasan dan pernikahan dini.
Kepala DPPPA Kota Makassar drg. Ita Isdiana Anwar, M.Kes., Dekan Fakultas Psikologi Universitas Bosowa Patmawaty Taibe, S.Psi., M.A., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan II Andi Muhammad Aditya, M.Psi., Psikolog, Sekretaris Prodi Psikologi Muh. Fitrah Ramadhan Umar, S.Psi., M.Si., Lurah Rappocini Rizkiqah Nurul Ramadhini Mimu, S.IP., serta para RT dan RW turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Dekan Fakultas Psikologi Universitas Bosowa, Patmawaty Taibe, menegaskan pencegahan kekerasan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
“Pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan pendekatan multidisipliner yang melibatkan akademisi, pemerintah, dan masyarakat agar intervensi yang dilakukan lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Fakultas Psikologi Unibos siap berkontribusi melalui edukasi, pendampingan psikologis, serta penyediaan ruang belajar bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam isu perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan. Ini menjadi bagian dari upaya bersama menuju generasi emas 2045,” jelasnya.
Perkuat Peran Kampus di Masyarakat
Melalui kolaborasi ini, Universitas Bosowa mempertegas perannya dalam mendukung penyelesaian persoalan sosial di masyarakat. Fakultas Psikologi Unibos dan DPPPA Makassar berharap kerja sama tersebut mampu memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan secara edukatif dan humanis. (Ar)







