Lintaskabar.id, Makassar – Penyelenggara kembali menggelar kompetisi internasional “Chinese Bridge” di Makassar pada 25 April 2026. Ajang ini mempertemukan pelajar dan mahasiswa non-penutur asli untuk menguji kemampuan bahasa Mandarin sekaligus memperkuat pertukaran budaya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tahun ini, sekitar 90 peserta dari 11 sekolah dan perguruan tinggi di Sulawesi Selatan mengikuti kompetisi dalam tiga kategori, yaitu SD, SMP/SMA, dan perguruan tinggi.

Mahasiswa Unibos Tunjukkan Daya Saing

Mahasiswa Universitas Bosowa tampil menonjol pada kategori perguruan tinggi. Program Studi Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional mengantarkan lima mahasiswa ke babak final. Dari jumlah tersebut, Jein Inriyanti Paundanan dan Andreas Pratama Hosana meraih juara tiga. Sementara itu, Andi Huzaimah Majdah memperoleh penghargaan Best Performance.

Kompetisi Jadi Pintu Menuju Level Lebih Tinggi

Dosen Unibos, Sri Khaerani Rahman, menjelaskan bahwa panitia menyelenggarakan kompetisi ini sebagai tahap seleksi menuju tingkat nasional di Jakarta dan lanjutan ke tingkat internasional di Tiongkok. Ia menilai capaian mahasiswa Unibos mencerminkan pembinaan akademik yang mampu bersaing.

Selain itu, tiga perguruan tinggi utama—Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Bosowa—masing-masing mengirim lima finalis. Namun, mahasiswa Unibos berhasil menunjukkan hasil lebih menonjol melalui raihan dua juara tiga dan satu penghargaan khusus.

Peserta Uji Bahasa dan Pemahaman Budaya

Panitia menguji peserta melalui beberapa tahapan, mulai dari pidato berbahasa Mandarin, sesi tanya jawab, hingga penampilan bakat. Selain itu, juri juga menilai pemahaman budaya Tiongkok dan wawasan internasional peserta, sehingga kompetisi ini tidak hanya mengasah kemampuan bahasa tetapi juga memperluas perspektif global.

Unibos Perkuat Citra Kampus Berdaya Saing Global

Melalui capaian ini, Universitas Bosowa memperkuat posisinya sebagai kampus yang mencetak mahasiswa berdaya saing internasional. Keberhasilan tersebut mendorong mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi dan berprestasi di tingkat nasional maupun global. (Ag)