Lintaskabar.id, Makassar – Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa (Unibos) menggelar Pelatihan Penguji Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Program Dokter (UKNPDPD), Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kualitas pelaksanaan uji kompetensi mahasiswa profesi dokter sesuai standar nasional pendidikan kedokteran.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Wakil Dekan I FK Unibos, dr. Stazia Noija, MHPE., FFRI., membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan penguji memiliki peran penting dalam menjaga mutu lulusan dokter.

Menurutnya, pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam membangun sistem evaluasi kompetensi yang objektif dan terukur.

“Pelatihan penguji OSCE memiliki peran yang sangat strategis dalam menjamin mutu pelaksanaan uji kompetensi mahasiswa profesi, sehingga lulusan dokter memiliki kompetensi klinis sesuai standar nasional,” ujarnya.

Perkuat Sistem Penilaian

FK Unibos menghadirkan dr. Syamsu Rijal, M.Kes., Sp.PA., sebagai narasumber utama. Ia membawakan materi tentang validitas dan reliabilitas OSCE, strategi penilaian objektif, serta peran penguji dalam menjaga standar kompetensi peserta UKNPDPD.

Selain itu, peserta juga mempelajari pentingnya sistem penilaian yang adil, transparan, dan berbasis kompetensi.

Sebanyak 23 dosen mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari FK Unibos dan dosen pendidik klinis dari berbagai wahana kerja sama.

Peserta aktif mengikuti sesi teori dan diskusi interaktif untuk meningkatkan kemampuan pelaksanaan dan penilaian OSCE secara profesional.

Jadi Ruang Kolaborasi

Pelatihan berlangsung dinamis dengan pembahasan tantangan uji kompetensi klinis di era pendidikan kedokteran modern.

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas penguji, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarpendidik klinis dalam menyamakan standar kompetensi mahasiswa profesi dokter.

Melalui pelatihan tersebut, FK Unibos menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan kedokteran berkualitas dan sesuai standar nasional.

Peningkatan kapasitas penguji diharapkan mendukung lahirnya dokter yang kompeten, profesional, dan siap melayani masyarakat. (Ag)