Lintaskabar.id, Makassar — DPRD Kota Parepare menyambangi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk mengadukan sejumlah persoalan krusial. Salah satunya adalah kelangkaan gas subsidi atau “gas melon” yang terjadi dalam sebulan terakhir dan mulai membebani masyarakat.
Kedatangan para legislator Parepare disambut Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar. Dalam pertemuan tersebut, anggota DPRD Parepare, Hamdan Hamdani, menegaskan pihaknya ingin menelusuri akar persoalan yang menyebabkan distribusi gas subsidi terganggu.
Telusuri Akar Kelangkaan
Hamdan mengungkapkan kondisi ini menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, harga BBM dan gas subsidi tidak mengalami kenaikan, namun ketersediaannya justru menurun di lapangan.
“Karena itu, kami datang ke provinsi untuk mencari tahu penyebabnya,” ujarnya, Kamis (30/4).
Ia menjelaskan, kelangkaan gas melon berdampak langsung pada masyarakat. Selain sulit diperoleh, harga di tingkat konsumen juga melonjak jauh di atas harga normal.
“Biasanya masih sesuai standar, sekarang meningkat cukup tinggi,” ungkapnya.
Politisi Golkar itu menduga adanya hambatan dalam distribusi, meskipun kuota sebenarnya masih tersedia. Oleh karena itu, penelusuran akan difokuskan hingga ke tingkat paling bawah.
“Kami meminta dukungan DPRD Sulsel untuk membantu koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pertamina. Dengan demikian, diharapkan solusi dapat segera ditemukan,” jelasnya.
“Kami butuh informasi yang jelas agar bisa menjelaskan kondisi ini kepada masyarakat,” tambah Hamdan.
DPRD Sulsel Siap Fasilitasi Koordinasi
Sementara itu, Muhammad Sadar menyatakan pihaknya akan membuka ruang koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait guna memastikan distribusi gas subsidi kembali normal.
“Terkait kelangkaan gas melon, kami sebagai anggota DPRD provinsi akan memfasilitasi dengan pihak terkait,” ujarnya.
“Dengan langkah ini, diharapkan penyebab utama bisa segera diidentifikasi dan ditangani,” pungkasnya. (Ar)







