Lintaskabar.id — Manajemen PSM Makassar mengajak seluruh elemen klub, termasuk suporter, untuk melakukan introspeksi setelah Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sejumlah sanksi atas insiden dalam laga melawan Persib Bandung di Stadion BJ Habibie, Parepare, pada 17 Mei 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Melalui pernyataan resminya, manajemen menegaskan bahwa sanksi tersebut membawa dampak besar bagi klub, baik dari aspek keuangan maupun operasional.

Sanksi Komdis Berdampak Besar bagi Klub

Komdis PSSI menjatuhkan sanksi berupa denda finansial bernilai ratusan juta rupiah, pertandingan tanpa penonton, serta penutupan Tribun Selatan.

Akibatnya, PSM harus menanggung kerugian yang tidak sedikit dan menghadapi hambatan dalam pelaksanaan pertandingan kandang.

“Sanksi-sanksi atas pelanggaran disiplin tersebut memberikan dampak kerugian yang sangat besar, baik itu dalam bentuk denda materiil maupun sanksi administratif,” tulis manajemen PSM Makassar dalam pernyataan resminya di media sosial, Rabu (10/6/2026).

PSM Pilih Fokus pada Evaluasi

Alih-alih memperdebatkan keputusan Komdis, manajemen memilih menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi bersama.

Selain itu, manajemen mengajak seluruh pihak yang mencintai PSM untuk melihat kejadian tersebut secara objektif demi kepentingan klub ke depan.

Menurut manajemen, seluruh elemen harus mengesampingkan ego kelompok dan lebih mengutamakan masa depan Pasukan Ramang.

“Kejadian ini sudah seharusnya menjadi bahan refleksi kita bersama untuk saling introspeksi diri dan berbenah menatap musim yang akan datang,” lanjut pihak manajemen.

Manajemen Dorong Suporter Jaga Citra Klub

Lebih lanjut, manajemen menilai dukungan suporter memiliki peran penting dalam menjaga citra dan keberlangsungan klub.

Karena itu, manajemen berharap seluruh pendukung dapat menunjukkan dukungan secara positif tanpa tindakan yang merugikan tim.

PSM Ingin Stadion Lebih Aman dan Nyaman

Di sisi lain, manajemen kembali mengingatkan pentingnya menciptakan suasana stadion yang aman dan nyaman bagi semua kalangan.

Oleh sebab itu, PSM meminta seluruh pihak menghindari aksi kekerasan, penjarahan, maupun penyalaan flare yang dapat berujung pada sanksi.

Dengan begitu, stadion tidak hanya menjadi tempat mendukung tim kebanggaan, tetapi juga ruang yang ramah bagi keluarga dan pecinta sepak bola.

“Mari jadikan stadion tempat yang aman dan nyaman untuk siapapun. Mari ki’ saling baku jaga!” tutup manajemen dalam rilis tersebut. (**)