JAKARTA – Gerakan swasembada pangan yang digalakkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendapat respons positif.
Salah satu langkah nyata datang dari Konsorsium Lima Karta Wesi, kolaborasi lima perusahaan yang langsung bergerak cepat mendukung program ini.
Konsorsium tersebut menandatangani kontrak pembelian 360 unit excavator dengan PT Hexindo Adiperkasa di Jakarta.
Langkah ini menunjukkan komitmen besar Lima Karta Wesi untuk mempercepat cetak sawah dan optimalisasi lahan pertanian di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Ketua Konsorsium Lima Karta Wesi, Muhammad Ramli Rahim (MRR), menjelaskan bahwa hingga kini konsorsium telah mengoperasikan 200 alat berat di wilayah tersebut.
Dengan tambahan 360 unit excavator yang akan dikirim secara bertahap oleh PT Hexindo, total armada akan mencapai 710 unit, termasuk 150 unit tambahan dari Trakindo yang direncanakan menyusul.
“Ini langkah nyata untuk mendukung swasembada pangan, yang menjadi cita-cita besar Presiden Prabowo dan Menteri Andi Amran Sulaiman. Kami optimistis, sinergi ini akan mempercepat pencapaian target cetak sawah dan peningkatan produksi pangan nasional,” ujar MRR, Jumat kemarin.
Dalam acara penandatanganan, hadir sejumlah tokoh penting seperti Direktur Utama PT Berkah Melimpah Bersama Andi Wijaya, Direktur Utama PT Hexindo Adiperkasa Dwi Sasono, serta perwakilan anggota konsorsium lainnya.
Konsorsium Lima Karta Wesi merupakan gabungan lima perusahaan—CV Ranu Pangan Nusantara, PT Berkat Melimpah Bersama, PT Talaga Bangun Nusaraya, PT Berkat Jaya Melimpah, dan PT Rejosemi Agro Sentosa.
Sesuai namanya, konsorsium ini menjadi simbol persatuan antara lima perusahaan berbasis di Jakarta dan Sulawesi, dengan misi utama membantu pemerintah mewujudkan kemandirian pangan.
“Proyek ini bukan hanya soal alat berat, tetapi tentang komitmen kami mendukung Indonesia yang lebih mandiri dan kuat di sektor pangan. Kami harap kerja sama ini menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk ikut berkontribusi,” tambah MRR.
Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan menuju swasembada pangan.
Dengan dukungan teknologi dan sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta, cita-cita besar tersebut kian mendekati kenyataan.**







