Lintaskabar.id, Makassar – Kota Makassar menembus 10 besar kota berpenduduk di atas satu juta jiwa dengan indeks toleransi terbaik di Indonesia berdasarkan IKT 2025 dari Setara Institute. Capaian ini langsung mendapat apresiasi dari akademisi dan tokoh agama.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Akademisi Nilai Toleransi Sudah Mengakar

Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof. Suhufi Abdullah, yang juga pengurus MUI Sulawesi Selatan dan Sekretaris Jenderal DPP IMMIM, menilai toleransi di Makassar telah berubah menjadi praktik sosial, bukan sekadar wacana.

Ia menegaskan bahwa kenaikan peringkat menunjukkan pemerintah kota menjaga konsistensi kebijakan, sementara warga memperkuat kesadaran kolektif dalam merawat keberagaman.

Wali Kota Dinilai Konsisten Perkuat Inklusi

Prof. Suhufi juga mengapresiasi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, atas komitmennya memperkuat toleransi. Ia menilai kepemimpinan tersebut mendorong Makassar menjadi kota besar yang semakin matang secara sosial.

Selain itu, ia melihat pemerintah kota aktif membangun kebijakan inklusif dan memperkuat kolaborasi dengan lembaga keagamaan serta forum kerukunan umat beragama.

Kebijakan Dorong Budaya Saling Menghormati

Ia menjelaskan bahwa pemerintah kota membuka ruang dialog dan menghormati keberagaman melalui kebijakan publik. Kondisi ini mendorong masyarakat menginternalisasi nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Capaian Harus Berlanjut ke Perilaku Sosial

Namun, ia menekankan bahwa capaian ini tidak boleh berhenti pada peringkat. Ia mendorong penguatan nilai toleransi melalui pendidikan karakter dan keteladanan agar benar-benar hidup dalam perilaku masyarakat.

Kerukunan Jadi Tanggung Jawab Bersama

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa Makassar akan tetap menjadi kota toleran jika semua pihak menjaga komitmen, memperkuat dialog, dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bersama, bukan sumber konflik. (Ar)