MAKASSAR – Usai kampanye akbar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut 1, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto – Azhar Arsyad (DIA), sebuah pesan singkat (SMS) berisi kabar bohong beredar luas.
Pesan tersebut mengajak relawan INIMI DIA untuk menagih uang transport dan konsumsi kepada koordinator masing-masing.
Berikut bunyi SMS yang tersebar:
Sahabat INIMI DIA yg hadir pd Kampanye akbar ini. Diinformasikan bhw utk biaya transportasi & konsumsi senilai 300 RB slkn berkoordinasi dgn koordinator msing2.
Menanggapi hal ini, Juru Bicara pasangan Danny-Azhar, Asri Tadda, dengan tegas menyatakan bahwa SMS tersebut adalah hoax yang bertujuan mengadu domba relawan dan melemahkan semangat mereka.
“Itu sepenuhnya hoax. Seluruh relawan INIMI DIA hadir secara sukarela tanpa bayaran sepeserpun. Pesan itu dibuat untuk memprovokasi relawan kami,” tegas Asri, Jumat malam.
Lebih lanjut, Asri menyoroti kejanggalan dalam isi SMS tersebut, terutama penggunaan istilah “koordinator”.
“Di dalam relawan INIMI DIA tidak dikenal istilah koordinator seperti yang disebutkan. Istilah itu murni rekaan pihak-pihak yang mencoba memecah belah kekompakan kami,” jelasnya.
Asri pun mengajak seluruh pendukung INIMI DIA untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh provokasi semacam ini.
“Mari kita tetap fokus menjaga basis masing-masing dan tidak terpancing. Jangan biarkan strategi lawan mengganggu konsentrasi kita,” ujarnya dengan penuh semangat.
Tidak hanya berhenti di situ, Asri juga memastikan bahwa Tim Hukum DIA akan segera mengambil langkah tegas untuk menindaklanjuti penyebaran SMS tersebut.
“Tim hukum kami akan segera melaporkan hal ini kepada pihak berwajib. Tindakan seperti ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Asri.
Kampanye akbar pasangan Danny-Azhar sebelumnya berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan pendukung yang datang dengan semangat tinggi untuk mendukung pasangan calon nomor urut 1 ini.
Relawan yang hadir diyakini memiliki komitmen kuat untuk memenangkan Danny-Azhar tanpa iming-iming apapun.
Dengan langkah hukum yang akan diambil, Tim DIA berharap isu ini dapat segera diselesaikan dan tidak lagi mengganggu fokus perjuangan mereka.**







