Lintaskabar.id, Makassar — PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama PT BRI Asuransi Indonesia (BRINS) dan Yayasan Buttaporea Indonesia menanam 7.000 pohon mangrove di pesisir Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Senin (25/5/2026). Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini bertujuan menjaga ekosistem pesisir sekaligus mencegah abrasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

PNM dan BRINS merancang program rehabilitasi mangrove jangka panjang dengan melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan.

“Langkah masif ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial korporat, melainkan sebuah investasi ekologis jangka panjang yang dirancang secara saintifik dan melibatkan seluruh elemen masyarakat serta pemangku kebijakan secara inklusif,” demikian disampaikan dalam keterangan kegiatan tersebut.

Yayasan Buttaporea Dampingi Penanaman

Yayasan Buttaporea Indonesia bertindak sebagai mitra teknis yang memastikan proses penanaman berjalan sesuai kondisi pesisir Untia. Tim yayasan menentukan jenis mangrove dan zonasi tanam agar bibit tumbuh optimal.

Fadly Padi Turun Tanam Bersama Warga

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Makassar Dr. Helmy Budiman, Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Andi Pangerang Nur Akbar, Anggota Dewan Lingkungan Hidup Mashud Azikin, Camat Biringkanaya Maharuddin, dan Lurah Untia Andi Tossa.

Wakil Pemimpin Cabang PNM Makassar Sugiarto dan Branch Manager BRINS Makassar Asniar Asnawi juga hadir mendampingi kegiatan.

Musisi sekaligus Pembina Yayasan Buttaporea, Andi Fadly Arifuddin atau Fadly Padi, ikut turun langsung menanam mangrove bersama warga.

Selain itu, unsur TNI-Polri, Babinsa, Binmas, Babinpotdirga, Babinpotmar, LPM Untia, ibu-ibu nasabah PNM Mekaar, dan warga setempat turut menanam bibit mangrove.

“Keterlibatan warga lokal ini menjadi motor penggerak paling krusial, karena merekalah yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam merawat ekosistem hijau ini,” tulis penyelenggara.

Mangrove Bentengi Abrasi dan Dukung Nelayan

Mangrove berfungsi melindungi pantai dari abrasi dan intrusi air laut. Kawasan mangrove juga menjadi habitat ikan, udang, dan kepiting yang menopang kehidupan nelayan.

Penyelenggara menyebut hutan mangrove berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim karena mampu menyerap karbon dalam jumlah besar.

“Secara global, hutan mangrove mampu menyerap dan menyimpan karbon hingga empat kali lebih banyak per hektar dibandingkan hutan tropis daratan,” demikian isi keterangan tersebut.

Warga Rawat Bibit Pascatanam

Penyelenggara fokus pada perawatan bibit agar mampu bertahan pada tahun pertama pertumbuhan. Tim menerapkan sistem ajir ganda atau triangulasi bambu untuk menahan arus laut dan memasang alat penahan ombak tradisional.

Kelompok masyarakat dan ibu-ibu nasabah Mekaar juga rutin membersihkan sampah di kawasan pesisir.

“Keberhasilan sejati dari penanaman 7.000 pohon di Kelurahan Untia ini berada di tangan masyarakat setempat yang didukung penuh oleh pemerintah kota dan aparat keamanan,” tulis penyelenggara.

Yayasan Buttaporea Indonesia mengajak masyarakat terus menanam dan merawat mangrove demi menjaga ekosistem pesisir bagi generasi mendatang. (Ar)