Lintaskabar.id, Makassar — Pemerintah Kota Makassar mempercepat pembangunan Jembatan Kembar Barombong di Kecamatan Tamalate untuk mengurai kemacetan di kawasan selatan Kota Makassar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Percepatan proyek itu dibahas dalam rapat koordinasi antara Pemkot Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Bina Marga Sulsel di Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (26/5/2026).

Rapat dipimpin Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama sejumlah OPD, seperti Dinas Pertanahan, Dinas Penataan Ruang, Dinas PU, Dinas PTSP, BPKAD, serta pihak Kecamatan Tamalate. Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Andi Ihsan, hadir mewakili Pemprov Sulsel.

Pemkot Percepat Pembebasan Lahan

Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel membahas percepatan administrasi serta pembebasan lahan agar pembangunan jembatan segera dimulai.

Munafri menegaskan Pemkot Makassar siap memenuhi kebutuhan administrasi maupun teknis yang diperlukan pemerintah provinsi.

“Pada dasarnya Pemerintah Kota Makassar siap men-support segala kebutuhan, baik data, aturan maupun administrasi yang diinginkan oleh pemerintah provinsi untuk kami siapkan,” ujar Munafri.

Lahan yang dibutuhkan diperkirakan kurang dari tiga hektare dengan panjang proyek sekitar 800 meter.

Menurut Munafri, Jembatan Kembar Barombong penting karena menjadi jalur penghubung Kota Makassar dan daerah penyangga.

Selain itu, kawasan Barombong selama ini menjadi titik bottleneck yang memicu kemacetan parah pada jam sibuk.

“Proses pembangunan jembatan, akan berdampak sangat baik bagi masyarakat umum melintas di Kota Makassar, mengingat jembatan ini menjadi salah satu bottleneck yang menjadi persoalan di kota ini,” katanya.

Lahan Ditargetkan Clear and Clean

Pemkot Makassar menargetkan pembebasan lahan selesai pada Juni 2026 agar seluruh area proyek berstatus clear and clean sebelum pembangunan fisik dimulai.

Dalam proyek ini, Pemkot Makassar bertanggung jawab menyiapkan lahan, sedangkan pembangunan fisik dilakukan Pemprov Sulsel melalui Dinas Bina Marga Sulsel.

Pemkot juga mempercepat koordinasi dengan PT GMTD terkait fasilitas umum dan area penghubung yang masuk jalur pembangunan.

“Kewajiban kami seperti yang disampaikan Pak Gubernur adalah menyiapkan lahan,” ungkap Munafri.

Ia menyebut proses penyiapan lahan di sisi GMTD maupun Barombong sudah berjalan melalui dinas teknis terkait.

“Landasan dari jembatan ini sudah berproses, baik dari sisi GMTD maupun landasan yang ada di wilayah Barombong. Semua sudah berproses di dinas terkait yang ada di lingkup Pemerintah Kota Makassar,” lanjutnya.

Karena itu, Pemkot Makassar fokus menuntaskan administrasi dan teknis agar pembangunan fisik segera berjalan.

“Maka dari itu kita cuma memastikan ini dikerjakan dan ini bisa dibangun,” tegas Munafri.

Pemprov Sulsel Siapkan Rp100 Miliar

Munafri berharap seluruh instansi teknis segera menyamakan langkah untuk mempercepat pembangunan Jembatan Kembar Barombong.

“Setelah pertemuan ini, saya harap instansi teknis bisa duduk bersama. Kita mau percepatan pembangunan Jembatan Barombong agar mengurai kemacetan. Ini komitmen dan tekad kami,” tutupnya.

Sementara itu, Andi Ihsan mengatakan pihaknya membahas mekanisme kelanjutan pembangunan jembatan, termasuk penguatan administrasi untuk proses redesain proyek.

“Audiensi hari ini, pada intinya membahas mekanisme kelanjutan pembangunan Jembatan Barombong. Kami dari Dinas Bina Marga Provinsi ingin meminta penguatan akuntabilitas untuk pelaksanaan redesain,” ujarnya.

Menurutnya, Dinas Bina Marga Sulsel sebelumnya telah mengajukan surat pinjam pakai lahan kepada Pemkot Makassar untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED). Namun, mekanisme itu belum bisa dijalankan sehingga muncul opsi penerbitan Surat Pernyataan Penguasaan/Jaminan Menguasai (SPJM).

“Dari hasil rapat internal, kami memberikan dua opsi, salah satunya melalui SPJM dari kepala daerah selaku Wali Kota,” tuturnya.

“Ini menjadi penguatan akuntabilitas bagi kami untuk melaksanakan redesain yang insyaallah akan kami lanjutkan pada tahun 2027,” sambung Andi Ihsan.

Ia juga memastikan Pemprov Sulsel menyiapkan anggaran awal Rp100 miliar pada APBD 2027 untuk memulai pembangunan fisik jembatan.

“Perlu saya jelaskan juga bahwa untuk tahun anggaran 2027, anggaran Dinas PU Bina Marga Sulsel sudah kami alokasikan sebesar Rp100 miliar terkait awal pembangunan jembatan,” katanya. (Ar)