Lintaskabar.id, Maros – Yayasan membangun Ranu Harapan Islamic International Boarding School (RHIBS) di Desa Damai, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Sekolah internasional berbasis pesantren modern ini menjadi pengembangan dari Ranu Harapan Islamic School (RHIS) yang selama delapan tahun membina pendidikan berbasis Al-Qur’an.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Integrasikan Kurikulum Nasional dan Nilai Keislaman

Yayasan merancang RHIBS sebagai sekolah berasrama untuk memperluas akses pendidikan Islam berkualitas. Sekolah ini memadukan kurikulum nasional dengan pembinaan karakter serta nilai-nilai keislaman.

Fokus Tahfidz dan Target Kuliah di Dalam–Luar Negeri

RHIBS mengusung konsep Sekolah Tahfidzul Qur’an. Sekolah menyiapkan siswa menjadi penghafal Al-Qur’an yang kuat secara akademik dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Yayasan menargetkan lulusan dapat melanjutkan studi ke PTN hingga universitas luar negeri.

Penerimaan 2026–2027 Dibuka Lewat Lima Jalur

Pada Tahun Ajaran 2026–2027, RHIBS membuka penerimaan siswa baru melalui lima jalur seleksi. Jalur tersebut mencakup beasiswa penuh untuk siswa berprestasi OSN, beasiswa bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu, jalur reguler berasrama khusus laki-laki, serta jalur reguler non-asrama khusus perempuan.

Biaya Asrama dan Kuota Terbatas

Untuk jalur reguler berasrama, sekolah menetapkan uang pangkal Rp25 juta dan SPP Rp3 juta per bulan, termasuk asrama dan makan. Panitia membatasi kuota penerimaan 144 siswa untuk menjaga kualitas pembelajaran dan pembinaan karakter.

Pendaftaran Daring

Panitia membuka pendaftaran secara daring melalui tautan resmi. Yayasan berharap RHIBS melahirkan generasi Qur’ani berdaya saing global dan mendorong kemajuan pendidikan di Sulawesi Selatan. (Ar)