Lintaskabar.id, Makassar — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjalani asesmen lapangan Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan oleh tim asesor LAM-PTKes, Selasa (2/6/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Asesmen yang berlangsung hingga 5 Juni 2026 itu bertujuan menilai mutu pendidikan, tata kelola, dan capaian program studi.

Sebelum visitasi, Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd Rakhim Nanda, bersama jajaran wakil rektor menerima tim asesor di Gedung Iqra.

FKIK Perkuat Komitmen Mutu

Pembukaan asesmen dihadiri Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K), serta asesor Dr. Sri Sumarni, Dr. Rika Nurhasanah, dan Almira Gitta Novika.

Prof. Suryani menilai asesmen menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas institusi.

“Kehadiran Bapak Ibu semua pada acara pembukaan ini sekaligus adalah sebuah kehormatan dan momentum penting bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas institusi kami,” ujarnya.

Ia menegaskan akreditasi merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu yang berkelanjutan.

“Akreditasi ini merupakan wujud nyata komitmen dan ikhtiar keberlanjutan, continuous quality improvement, bagi kami dalam mengelola proses pendidikan yang bermutu,” kata Suryani.

Menurutnya, program studi tersebut berperan mencetak bidan profesional yang kompeten dan berlandaskan nilai Al-Islam serta Kemuhammadiyahan.

Persiapan Maksimal

FKIK menyiapkan asesmen melalui penyusunan laporan evaluasi diri dan pemenuhan instrumen penilaian dengan melibatkan pimpinan fakultas, unit penjaminan mutu, dan mitra eksternal.

“Segala bentuk persiapan mulai dari penyusunan laporan evaluasi diri dan pemenuhan instrumen penilaian telah diupayakan secara maksimal,” jelasnya.

Selain itu, program studi telah bekerja sama dengan rumah sakit, puskesmas, klinik, dinas kesehatan, IBI, dan AIPKIND sebagai mitra pembelajaran.

Asesor Jamin Penilaian Objektif

Koordinator tim asesor, Dr. Sri Sumarni, menegaskan proses asesmen berjalan sesuai ketentuan LAM-PTKes dan bebas konflik kepentingan.

“Pada dasarnya intinya adalah kami terbebas dari conflict of interest karena kami memang tidak ada kegiatan dalam dua tahun terakhir dengan Universitas Muhammadiyah Makassar,” katanya.

Ia berharap seluruh rangkaian asesmen berjalan lancar dan menghasilkan evaluasi yang bermanfaat bagi pengembangan program studi.

Tag: Unismuh Makassar, FKIK Unismuh, Kebidanan Unismuh, Profesi Bidan, LAM-PTKes, akreditasi, pendidikan kesehatan, Prof Suryani Asad, Sri Sumarni, Makassar. (Ar)