Lintaskabar.id, Makassar — Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kecamatan Wajo, Jumat (5/6/2026), untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah sejak dari rumah.

“Masalah sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Karena itu, penyelesaiannya harus dimulai dari hulu dengan membiasakan memilah sampah sejak dari rumah,” ujarnya.

Menurut Melinda, pemilahan sampah dapat mengurangi beban TPA Antang. Sampah organik juga dapat diolah menjadi kompos atau budidaya maggot.

“Karena itu, hanya sampah residu yang seharusnya dibuang ke TPA Antang,” tegasnya.

Dukung Zero Waste 2029

Melinda mengapresiasi pengembangan TPS3R dan Bank Sampah Unit yang dilakukan Pemkot Makassar.

Ia optimistis target zero waste 2029 dapat tercapai jika masyarakat konsisten menerapkan prinsip 5R.

“Penerapan prinsip 5R secara konsisten akan menjadi kunci utama keberhasilan Makassar menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” katanya.

CHIGANJING Ubah Kebiasaan Kelola Sampah

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Makassar meluncurkan kampanye “Makan Habis Tanpa Sisa” atau CHIGANJING serta meresmikan TEBA dan menyalurkan bantuan lingkungan.

Camat Wajo, Ivan Kala’lembang, mengatakan program tersebut mendorong masyarakat mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Program ini diharapkan menjadi gerakan nyata dalam mengubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat dari sekadar membuang sampah menjadi mengelola sampah sejak dari sumbernya,” harapnya.

Kecamatan Wajo juga menyiapkan sistem pengangkutan sampah organik terpilah untuk 22 armada.

“Bak sampah organik ini diperuntukkan untuk 22 armada pengangkut sampah di wilayah Kecamatan Wajo,” tuturnya.

“Program ini tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi harus menjadi lokomotif perubahan kebiasaan masyarakat dari membuang sampah menjadi memilah dan mengelolanya,” tegasnya.

DLH Lanjutkan Edukasi Lingkungan

Kepala DLH Makassar, Helmy Budiman, mengatakan rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan kerja bakti dan pawai lingkungan.

“Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati secara global, Pemerintah Kota Makassar mengambil bagian melalui berbagai kegiatan yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Helmy.

Kegiatan juga menghadirkan demonstrasi River Screening Machine, penimbangan sampah, dan penukaran sampah dengan souvenir.

“Selain itu, masyarakat juga dapat mengikuti kegiatan penimbangan sampah dan penukaran sampah menjadi souvenir sebagai bentuk apresiasi terhadap kepedulian lingkungan,” terang Helmy.

“Sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah semata, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dikelola dan dimanfaatkan apabila dipilah dengan baik sejak dari sumbernya,” katanya.

“Jika budaya ini tumbuh kuat di tengah masyarakat, maka persoalan sampah akan jauh lebih mudah diatasi,” tutup Helmy. (Ar)