MAROS – Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel),Azhar Arsyad disambut hangat oleh warga Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.
Dalam kunjungan ke Maros bersama Tim Sahabat Amure, Azhar menggelar pertemuan santai di atas rumah panggung, duduk bersila bersama tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, dan petani.
Ketua Tim Sahabat Amure, Johansyah Haruna, memandu acara dan menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye terbatas pasangan Moh Ramdhan Pomanto dan Azhar Arsyad, yang dikenal dengan akronim DiA.
Ia menekankan bahwa pasangan ini memiliki rekam jejak yang kuat, dengan Danny Pomanto yang berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Makassar.
“Dari Rp 500 miliar menjadi Rp 1,5 triliun, dan Azhar sebagai aktivis hingga menjadi anggota DPRD Sulsel yang selalu memperjuangkan kepentingan publik,” katanya, baru-baru ini.
Namun, di balik suasana hangat pertemuan, diskusi serius pun mencuat mengenai utang Provinsi Sulsel.
Johansyah mengutip hadist yang menyinggung kepemimpinan yang tidak dikelola oleh ahlinya, mengaitkan utang Rp 1 triliun lebih di era Andi Sudirman Sulaiman dengan kondisi keuangan yang tidak sehat.
“Utang tersebut akan berdampak pada masyarakat yang harus menanggungnya melalui pajak-pajak,” pungkasnya.
Azhar Arsyad sendiri mengonfirmasi hal ini, mengingatkan warga bahwa pemerintahan saat ini berada dalam situasi keuangan yang tidak seimbang.
Dalam orasinya, ia mengajak warga untuk tidak tergiur dengan politik uang menjelang pencoblosan, menekankan bahwa pemilihan yang bijak adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik.
“Membawa tagline “Save Sulsel”, menegaskan pentingnya menyelamatkan provinsi dari masalah keuangan yang dihadapi,” tutupnya.**







