GOWA- Calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut 1, Azhar Arsyad, menyatakan optimisme bahwa nasib petani akan berubah melalui salah satu program unggulannya, yaitu “offtaker”.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Azhar, selama ini bantuan pemerintah seperti benih, pupuk, dan alat pertanian (alsintan) masih belum cukup mengangkat kesejahteraan petani.

“Kami tak ingin petani terus menderita. Selama ini, bantuan seperti benih, pupuk, dan traktor memang ada, tapi di mana pemerintah saat harga panen jatuh?” ungkap mantan Anggota DPRD Sulsel periode 2019-2024 ini di hadapan ratusan relawan di Bonto-Bontoa, Gowa, Senin (11/11) sore.

Dia menekankan bahwa masalah utama muncul saat panen tiba dan harga anjlok, sementara tidak ada campur tangan dari pemerintah.

“Petani sudah bekerja keras dari menanam hingga memanen, tapi di akhir, saat harga turun, mereka dibiarkan tanpa bantuan. Itulah penderitaan mereka,” tambah Azhar.

Jika terpilih bersama pasangannya, Moh Ramdhan Pomanto, di Pilgub Sulsel, Azhar berjanji akan menerapkan program “government off-taker”. Program ini memastikan pemerintah membeli hasil panen petani dan nelayan dengan harga layak saat harga pasar turun.

“Pemerintahan kami, DIA, akan hadir melalui program offtaker ini, memastikan hasil panen petani dan tangkapan nelayan dibeli dengan harga yang pantas,” jelas Azhar.

Program ini juga sempat disampaikan Danny Pomanto saat debat kedua pada Minggu (10/11), dengan skema alokasi 10 persen dari APBD atau senilai Rp500 miliar. Dari dana tersebut, Rp200 juta akan dialokasikan per desa: Rp50 juta untuk pengembangan SDM kepala desa dan PKK, Rp50 juta untuk aparatur desa, termasuk guru mengaji, guru sekolah minggu, pemandi jenazah, hingga imam masjid, serta Rp100 juta untuk infrastruktur desa.

Azhar menegaskan, program ini akan menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan di desa, serta memberikan dorongan ekonomi yang signifikan.

“Seperti di Makassar, Pak Danny punya program bank sampah yang mampu memutar miliaran rupiah hanya dari sampah. Ini bukti bahwa beliau punya kompetensi, inovasi, dan visi yang jelas,” tutup Azhar.**