BANDUNG – Universitas Hasanuddin (Unhas) semakin meneguhkan perannya sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia dengan diluncurkannya ASEAN-China Centre of Excellence.
Soft launching program prestisius ini diselenggarakan di Bandung, dihadiri langsung oleh Wakil Rektor IV Bidang Kemitraan, Inovasi, Bisnis, dan Kewirausahaan Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Adi Maulana, ST., M.Phil.
Program ini merupakan inisiatif kolaborasi antara universitas-universitas unggulan di Indonesia dengan ASEAN-China Centre (ACC) yang bertujuan untuk memperkuat sinergi pendidikan, penelitian, dan inovasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk ahli internasional, dunia usaha, dan industri dari Tiongkok.
Selain Unhas, universitas lain yang turut tergabung dalam proyek ini adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Unhas dipercaya menjadi pusat unggulan di bidang Metalurgi dan Sumber Daya Kelautan. Prof. Adi Maulana mengungkapkan bahwa Unhas memiliki keunggulan strategis di dua sektor ini.
“Unhas berada di segitiga nikel dunia yang memasok 70% kebutuhan nikel global. Hal ini menjadikan Unhas sebagai pusat riset dan inovasi dalam industri metalurgi. Selain itu, Unhas juga memimpin di bidang ilmu dan teknologi sumber daya kelautan, yang sangat penting dalam mendukung energi hijau (green energy) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development),” ujar Prof. Adi, baru-baru ini.
Ia menambahkan, kedua bidang tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung konsep hilirisasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Kita bicara soal kontribusi langsung terhadap pencapaian Indonesia Emas, dengan pertumbuhan ekonomi di atas 8%, dan transisi menuju energi hijau,” tambahnya.
ASEAN-China Centre of Excellence ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat keunggulan nasional tetapi juga regional. Pusat ini akan mengintegrasikan berbagai kegiatan seperti penelitian, seminar, publikasi, dan kemitraan dengan dunia usaha serta industri.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ASEAN-China TVET Cooperation Forum dengan sembilan universitas di Indonesia. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan vokasional.
“Unhas siap berkontribusi aktif melalui Centre of Excellence ini untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas dan pengembangan energi hijau,” tandas Prof. Adi dengan optimisme.
Peluncuran ASEAN-China Centre of Excellence ini menjadi langkah strategis bagi Unhas dan Indonesia untuk bersaing di kancah internasional, khususnya di bidang metalurgi dan sumber daya kelautan, yang merupakan kunci keberlanjutan ekonomi dan lingkungan masa depan.**







