Lintaskabar.id, Gowa – Universitas Bosowa (Unibos) menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Sosialisasi Program Pemberdayaan Kelompok Tani Melalui Pompanisasi Energi Surya untuk Peningkatan Indeks Panen Padi Sawah di Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Jumat (14/6/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Melalui program ini, Unibos memperkenalkan teknologi pompanisasi energi surya untuk membantu petani mengatasi masalah irigasi dan meningkatkan hasil panen.

Libatkan Pemerintah Desa dan Kelompok Tani

Tim Pengabdian Unibos bekerja sama dengan Pemerintah Desa Bontoramba, Kelompok Tani Setia, dan penyuluh pertanian setempat.

Kegiatan dipimpin Dr. Ir. Muhammad Arif Nasution, M.P. bersama Dr. Amiruddin, S.P., M.P. dan Udyono, SM., MM.

Selain membahas budidaya padi, tim juga mengenalkan sistem pompanisasi energi surya sebagai alternatif penyediaan air bagi lahan pertanian.

Petani Didorong Mengatur Musim Tanam Sendiri

Dr. Muhammad Arif Nasution menjelaskan bahwa ketersediaan air menjadi faktor utama keberhasilan budidaya padi.

“Selama ini banyak petani masih bergantung pada curah hujan dan kondisi musim. Akibatnya jadwal tanam sering tidak pasti. Melalui pompanisasi energi surya, kita ingin mengubah paradigma itu. Petani tidak lagi sekadar menunggu musim, tetapi mampu mengatur musim tanamnya sendiri melalui ketersediaan air yang lebih terjamin,” jelasnya.

Menurutnya, energi surya lebih hemat biaya, ramah lingkungan, dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Petani Pelajari Teknologi dan Budidaya Modern

Tim memberikan materi tentang pengelolaan air, penggunaan benih unggul, persemaian, teknik tanam, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Petani juga mempelajari cara kerja pompa berbasis panel surya yang menyalurkan air ke area persawahan sehingga mengurangi ketergantungan pada hujan.

Kelompok Tani Jadi Penentu Keberhasilan

Dr. Amiruddin menegaskan bahwa keberhasilan program bergantung pada pengelolaan kelompok tani.

“Teknologi hanyalah alat. Faktor terpenting adalah bagaimana kelompok tani memiliki komitmen, tata kelola, dan pembagian peran yang jelas. Jika dikelola secara kolektif, teknologi ini akan menjadi investasi jangka panjang yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh anggota kelompok,” ujarnya.

Selain itu, tim juga mendorong petani melakukan pencatatan usaha tani agar pengelolaan pertanian lebih terukur dan efisien.

Program Berlanjut ke Tahap Implementasi

Udyono mengatakan keberhasilan program harus terlihat dari dampak yang dirasakan petani.

“Kami ingin program ini menghasilkan perubahan yang terukur. Ketika indeks panen meningkat, biaya produksi lebih efisien, dan pendapatan petani bertambah, maka di situlah pengabdian perguruan tinggi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Selanjutnya, tim akan melakukan finalisasi lokasi, pelatihan operasional pompa, instalasi sistem, uji fungsi, hingga pendampingan dan evaluasi di lapangan.

Melalui program ini, Unibos menegaskan komitmennya menghadirkan solusi berbasis riset untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan petani. (Ag)