Lintaskabar.id, Makassar — Universitas Bosowa (Unibos) terus memperluas jejaring internasional untuk membuka akses global bagi mahasiswa dan alumni.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Melalui Direktorat Internasionalisasi dan Reputasi Global, Unibos mempertemukan Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dengan Tecsupo Company Japan guna membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, magang, dan penempatan kerja.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Fakultas Teknik Lantai 6 Gedung II Unibos, Selasa (9/6/2026). Founder Tecsupo Company Japan, Mr. Nakagawa, hadir bersama Shotaro Morimoto dan Rachmat Alqadrie. Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Reputasi Global Unibos, Prof. Dr. Asdar, S.Pd., M.Pd., pimpinan Fakultas Teknik, dosen, dan staf Universitas Bosowa juga mengikuti kegiatan tersebut.

Unibos Perluas Jejaring Internasional

Direktorat Internasionalisasi dan Reputasi Global Unibos memfasilitasi pertemuan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama internasional dan meningkatkan daya saing lulusan.

Melalui kolaborasi ini, Unibos berupaya menghadirkan peluang pengembangan kompetensi sekaligus memperluas akses mahasiswa dan alumni ke dunia kerja global.

Fakultas Teknik Sambut Peluang Kolaborasi

Wakil Dekan I Fakultas Teknik Unibos, Dr. Ir. Savitri Prasandi M., S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Tecsupo Japan.

Menurutnya, kerja sama tersebut dapat membantu mahasiswa dan alumni mengembangkan kemampuan serta memperluas pengalaman di luar ruang kuliah.

“Dengan adanya kegiatan ini sangat membantu kami karena membuka peluang bagi mahasiswa maupun alumni untuk mengasah kemampuan, menambah pengetahuan di luar bangku kuliah, dan mempersiapkan diri agar siap terjun ke dunia kerja sesuai tuntutan kurikulum berbasis Outcome Based Education,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi internasional menjadi langkah penting untuk menyiapkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri.

Tecsupo Tawarkan Jalur Magang dan Kerja di Jepang

Dalam sesi diskusi, Tecsupo memaparkan profil perusahaan serta program kerja sama yang telah dijalankan dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Rachmat Alqadrie menjelaskan bahwa perusahaan memulai kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman. Setelah itu, peserta akan mengikuti proses seleksi, pelatihan, hingga penempatan di perusahaan-perusahaan Jepang.

“Kami melihat peluang yang sangat besar bagi mahasiswa Indonesia, termasuk dari bidang teknik sipil. Namun, kemampuan bahasa Jepang menjadi faktor utama dalam proses seleksi karena perusahaan di Jepang sangat memperhatikan aspek tersebut,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Jepang terus meningkat akibat berkurangnya jumlah penduduk usia produktif. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi mahasiswa dan alumni Indonesia untuk mengikuti program magang maupun bekerja di berbagai sektor.

Peserta Dapat Pengalaman dan Fasilitas Kerja

Melalui program yang ditawarkan Tecsupo, peserta berkesempatan memperoleh pengalaman kerja di lingkungan internasional.

Selain itu, perusahaan juga menyediakan berbagai fasilitas sesuai kontrak kerja, seperti gaji, asuransi, dan dukungan tempat tinggal selama berada di Jepang.

Peluang tersebut dinilai dapat membantu mahasiswa dan alumni meningkatkan kompetensi profesional sekaligus memperluas pengalaman global.

Unibos Tampilkan Keunggulan Akademik

Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Reputasi dan Kemitraan Internasional Universitas Bosowa, Muthia Mutmainnah Darmuh, S.Pd., M.Ed., mempresentasikan profil Universitas Bosowa dan Program Studi Teknik Sipil kepada delegasi Tecsupo.

Ia memaparkan keunggulan akademik, kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan industri, serta komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Bidik Peluang Karier Global bagi Lulusan

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih konkret antara Universitas Bosowa dan Tecsupo Japan.

Ke depan, kedua pihak berpeluang mengembangkan program magang internasional, pelatihan bahasa Jepang, peningkatan kompetensi profesional, hingga penempatan kerja bagi mahasiswa dan alumni.

Melalui kolaborasi ini, Universitas Bosowa terus memperkuat jaringan internasional sekaligus membuka peluang karier global bagi lulusannya. (Ag)