Lintaskabar.id, Makassar – Pemerintah Amerika Serikat mengirim delegasi untuk bertemu perwakilan Iran di Islamabad, Pakistan. Langkah ini dilakukan di tengah upaya meredakan ketegangan Timur Tengah saat gencatan senjata masih rapuh.
Upaya Diplomasi di Tengah Ketegangan
Sementara itu, Wakil Presiden J.D. Vance menuju Islamabad untuk memimpin pembicaraan. Ia menyatakan Washington siap berdiplomasi dengan itikad baik jika Teheran menunjukkan sikap serupa.
Tekanan pada Israel dan Situasi Lapangan
Sebelumnya, Presiden Donald Trump meminta Benjamin Netanyahu mengurangi serangan ke Lebanon. Namun, laporan menunjukkan serangan masih berlangsung, memperumit situasi.
Perbedaan Kepentingan Masih Jadi Hambatan
Di sisi lain, AS menilai keberhasilan perundingan bergantung pada kesiapan Iran menurunkan eskalasi. Namun, tuntutan seperti kendali Selat Hormuz dan pencabutan sanksi dinilai masih menjadi penghalang.
Fokus pada Keamanan Jalur Global
Selain itu, AS menaruh perhatian pada keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Karena itu, Trump memperingatkan Iran agar tidak mengganggu arus perdagangan internasional.
Pertemuan Krusial di Islamabad
Meski gencatan senjata relatif bertahan, AS tetap membuka opsi tekanan jika diplomasi gagal. Dengan demikian, pertemuan di Islamabad menjadi ujian penting bagi kedua pihak dalam mencari solusi damai. (Zi)







