Lintaskabar.id, Jepang – Pemerintah Jepang merilis data pada Jumat (30/1) yang menunjukkan jumlah tenaga kerja asing di Jepang mencapai rekor baru. Hingga akhir Oktober lalu, jumlahnya melampaui 2,57 juta orang dan mencerminkan krisis kekurangan tenaga kerja yang masih Jepang hadapi.
Kenaikan Jumlah Pekerja dan Komposisi Terbesar
Data mencatat jumlah pekerja asing mencapai 2.571.037 orang atau meningkat 11,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, pekerja asal Vietnam mendominasi komposisi pekerja asing sebagai kelompok terbesar.
Isu Integrasi Menguat di Masa Kampanye
Jepang memasuki masa kampanye pemilihan anggota Majelis Rendah (DPR Jepang) pada 8 Februari, sehingga isu integrasi warga asing ikut menguat. Publik pun menyoroti upaya pemerintah untuk memperketat aturan penerimaan pekerja asing sekaligus mendorong kohesi sosial.
Tempat Kerja Pemberi Kerja Asing Terus Bertambah
Perusahaan dan tempat usaha di Jepang meningkatkan perekrutan warga negara asing, sehingga jumlah lokasi kerja yang mempekerjakan pekerja asing mencapai 371.215 tempat. Angka itu naik 8,5 persen dibandingkan setahun sebelumnya. Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang juga mencatat usaha kecil dengan kurang dari 30 karyawan menyumbang 63,1 persen dari total lokasi tersebut.
Sektor Penyerap Terbesar dan Pertumbuhan Tertinggi
Industri manufaktur menyerap pekerja asing terbanyak, yakni 635.075 orang atau sekitar 24,7 persen dari keseluruhan. Sektor jasa non-makanan dan minuman menyusul dengan 391.946 pekerja. Sementara itu, sektor kesehatan dan kesejahteraan, termasuk perawatan jangka panjang, mencatat pertumbuhan tertinggi setelah jumlah pekerjanya meningkat 25,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Lonjakan Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik
Pemerintah juga meningkatkan pemanfaatan skema visa Pekerja Berketerampilan Spesifik untuk mengisi sektor yang kekurangan tenaga kerja. Jumlah pemegang visa ini naik 38,3 persen dan mencapai 286.225 orang.
Kewarganegaraan Pekerja Asing Terbanyak
Pekerja asal Vietnam menempati posisi teratas dengan 605.906 orang atau 23,6 persen dari total. Pekerja asal China mengikuti dengan 431.949 orang atau 16,8 persen, lalu pekerja dari Filipina berjumlah 260.869 orang atau 10,1 persen. (Zi)







