MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar menegaskan dukungan penuh terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden dalam upaya penanggulangan stunting di Indonesia.
Dukungan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam audiensi dengan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) pada Kamis (27/3).
Ketua Kelompok SPPI Kota Makassar, Muhammad Abdillah Satar, menjelaskan bahwa program MBG bertujuan memberikan akses makanan bergizi kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak dari jenjang TK hingga SMP, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah dua tahun (baduta).
“Program MBG ini adalah salah satu Asta Cita Presiden yang diharapkan bisa menjadi solusi dalam mengatasi stunting di Indonesia,” ujar Muhammad Abdillah Satar.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa Pemkot Makassar siap mendukung penuh pelaksanaan MBG sebagai bentuk sinergi dengan pemerintah pusat.
“Ini adalah program prioritas yang mendapat dukungan langsung dari Presiden. Pemkot Makassar sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat tentu akan memberikan kontribusi maksimal dalam pelaksanaannya,” ujar Munafri.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Makassar akan menugaskan satu perwakilan di setiap kecamatan, yang rencananya akan diemban oleh sekretaris camat sebagai Satuan Tugas (Satgas) MBG.
“Kami akan tunjuk satu orang di setiap kecamatan untuk berkoordinasi langsung dengan tim MBG. Kemungkinan sekretaris camat yang akan mengemban tugas ini agar program berjalan optimal,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Makassar juga siap berkontribusi dalam pembangunan dapur SPPG jika diperlukan, guna memastikan ketersediaan dan distribusi makanan bergizi bagi penerima manfaat.
“Kami siap membantu, baik dalam pembangunan dapur maupun mencari mitra untuk mendukung program ini. Yang terpenting, pemerintah pusat melihat bahwa Makassar benar-benar berkomitmen terhadap program ini,” tambah Munafri.
Selain mengatasi stunting, program MBG juga dirancang untuk mendorong perekonomian lokal. Setiap dapur SPPG dapat melayani hingga 3.500 penerima manfaat, dengan 10 persen alokasi khusus bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta.
Bahan baku makanan yang digunakan pun diutamakan berasal dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk menciptakan efek domino bagi ekonomi daerah.
“Kami mendorong bahan baku yang digunakan dalam produksi MBG berasal dari UMKM lokal. Dengan begitu, program ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” kata Muhammad Abdillah Satar.
Komitmen Pemkot Makassar terhadap MBG sejalan dengan visi kota sebagai kota unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Munafri menegaskan bahwa setiap warga Makassar harus memiliki akses terhadap layanan dasar, termasuk pemenuhan gizi yang layak.
“Kami ingin memastikan setiap warga, terutama kelompok rentan, mendapatkan akses terhadap makanan bergizi. Ini bukan hanya soal angka stunting, tetapi juga upaya membangun generasi masa depan yang lebih sehat dan produktif,” pungkasnya.
Penulis: Ardhi







