Lintaskabar.id, Makassar – Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Jamaluddin Jompa menegaskan pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal ini disampaikan saat membuka The 5th International Conference on Food Security and Sustainable Agriculture in the Tropics (IC-FSSAT) yang digelar di Fakultas Pertanian Unhas, Rabu (29/10/2025).

Dalam sambutannya, Prof. JJ – sapaan akrabnya menekankan bahwa isu pangan dan pertanian berkelanjutan merupakan tantangan serius yang harus dijawab melalui pendekatan ilmiah, riset kolaboratif, dan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan.

“Kita bisa hidup dalam berbagai kondisi, tetapi tidak mungkin bertahan tanpa ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan. Dengan populasi manusia yang terus meningkat, tantangan pertanian semakin kompleks dan mendesak untuk diatasi melalui inovasi dan kolaborasi,” ujar Prof. JJ.

Menurutnya, konferensi internasional ini menjadi momentum penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman serta solusi berbasis sains dan teknologi dalam menghadapi perubahan iklim, penurunan produktivitas lahan, dan krisis pangan global.

“Unhas berkomitmen menjadi bagian dari solusi. Kita ingin hasil dari forum ini tidak berhenti pada publikasi, tetapi melahirkan aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.

Konferensi yang mengusung tema “Regenerative Agriculture for Sustainable Food Production and Environmental Restoration” ini menghadirkan sejumlah pembicara ternama dari berbagai negara, termasuk I Ketut Kariyasa, M.Si. (Kementerian Pertanian RI) dan Dr. Mercedita Sombilla (Centre Director of Southeast Asian Regional Center).

Selain itu, hadir pula para invited speaker dari sembilan negara, antara lain Prof. B. Nishantha (Sri Lanka), Prof. Mahmoud F. Seleiman (Arab Saudi), Dr. Silke Stöber (Jerman), dan Prof. Damayanti Buchori (IPB University, Indonesia).

Ketua Panitia, Prof. Ir. Muhammad Arsyad, Ph.D., melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 225 peserta dari 11 negara dengan 205 abstrak ilmiah yang diterima panitia.
“Forum ini menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global di sektor pangan dan pertanian,” ujarnya.

Prof. Arsyad menambahkan bahwa makalah hasil konferensi akan diterbitkan dalam Proceedings terindeks Scopus (IOP Earth and Environmental Science), sementara artikel terpilih akan dipublikasikan pada jurnal bereputasi seperti SABRAO Journal of Breeding and Genetics (Q2), Horticulture (Q2), dan International Journal of Agriculture and Biology (Q3).

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Unhas, Prof. Rismaneswati, M.P., menyebut kegiatan ini sebagai bukti nyata komitmen Unhas untuk mendorong riset inovatif dan memperkuat peran akademisi dalam menjawab tantangan pertanian tropis.

Materi utama yang dibawakan oleh I Ketut Kariyasa menyoroti kebijakan pembangunan pertanian berkelanjutan demi mewujudkan kemandirian pangan nasional. Ia menyebut peran universitas sangat penting dalam mendorong pertanian modern berbasis teknologi digital dan ramah lingkungan, dengan melibatkan generasi muda sebagai pelaku utama.

Konferensi IC-FSSAT 2025 akan berlangsung hingga Kamis (30/10/2025), mencakup seminar pleno, presentasi oral, dan sesi poster.

Melalui kegiatan ini, Unhas di bawah kepemimpinan Prof. Jamaluddin Jompa terus meneguhkan peranannya sebagai pusat keilmuan yang aktif berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan global dan pertanian tropis berkelanjutan. (Ag)