Lintaskabar.id, Makassar — Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) Universitas Bosowa menggelar Seminar Nasional Hardiknas 2026 dengan fokus pembahasan pendidikan berkelanjutan dan penguatan daya saing generasi muda, Selasa (12/5/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

FIPS Unibos mengadakan kegiatan tersebut di Ruang Dekan FIPS Lantai 7 Gedung I Universitas Bosowa secara hybrid melalui Zoom Meeting bersama Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta.

Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi ikut menghadiri seminar tersebut.

Panitia mengangkat tema “Pendidikan Berkelanjutan: Optimalisasi Generasi Berdaya Saing Global” untuk membahas tantangan pendidikan di tengah perkembangan teknologi digital dan dinamika global.

Sejumlah narasumber turut hadir, yakni Nurwidyayanti, Achmad Fajar Muhammad, Abdurrachman Rahim, Dahlia D. Moelier, dan A. Hamsiah dari Universitas Bosowa, serta Ermawati dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta.

FIPS Unibos Dorong Pendidikan Adaptif dan Kompetitif

Dekan FIPS Universitas Bosowa, Dr. A. Hamsiah, S.Pd., M.Pd., menegaskan pendidikan berkelanjutan harus mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.

“Melalui seminar ini, kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang produktif dan kolaboratif agar dunia pendidikan mampu menjawab tantangan global dengan inovasi dan kualitas sumber daya manusia yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Selain itu, Wakil Rektor IV Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Dr. Silvester Goridus Sukur, M.Pd., menilai perguruan tinggi perlu memperkuat sinergi untuk membangun pendidikan nasional yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Pendidikan hari ini tidak hanya berbicara tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga bagaimana membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, mampu berkolaborasi, dan siap menghadapi tantangan global dengan kompetensi yang relevan,” katanya.

Unibos Perkuat Kolaborasi Pendidikan Berkelanjutan

Sementara itu, Direktur Direktorat Akademik Universitas Bosowa, Dr. Burhan, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Rektor Universitas Bosowa, menyebut seminar nasional tersebut sebagai bagian dari komitmen Unibos dalam mendorong transformasi pendidikan yang inovatif dan berorientasi masa depan.

Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya gagasan dan solusi pendidikan berkelanjutan.

“Kolaborasi lintas institusi seperti ini penting untuk memperkuat kualitas akademik sekaligus memperluas jejaring keilmuan,” ungkapnya.

Peserta seminar terlihat antusias mengikuti diskusi interaktif mengenai integrasi teknologi digital, penguatan karakter peserta didik, hingga strategi menciptakan generasi yang adaptif dan berdaya saing global.

Melalui Seminar Nasional Hardiknas 2026, FIPS Universitas Bosowa kembali menegaskan perannya sebagai ruang pengembangan pemikiran pendidikan yang progresif, kolaboratif, dan responsif terhadap tantangan pendidikan masa depan. (Ag)