MAKASSAR—Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam terus mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dalam meraih pengakuan internasional.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Sahiron, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga skema program guna mempercepat transformasi UIN Makassar menjadi World Class University.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja UIN Alauddin Makassar yang berlangsung di Hotel Sultan Alauddin, Kota Makassar, belum lama ini.
Salah satu inisiatif utama yang diusung adalah skema double degree bagi mahasiswa doktoral.
Menurut Prof.Sahiron, UIN Makassar memiliki sejumlah dosen bergelar S2 yang berencana melanjutkan studi ke jenjang S3.
Melalui program ini, mereka dapat menempuh pendidikan ganda, yakni satu tahun di Indonesia dan satu tahun di luar negeri.
“Salah satu mitra utama dalam program ini adalah University of Leeds, Inggris. Dalam skema ini, mahasiswa S3 akan mendapatkan bimbingan dari dua akademisi, satu dari Indonesia dan satu dari University of Leeds. Fokus utama mereka adalah penelitian disertasi, sehingga diharapkan mampu berkontribusi pada kemajuan akademik UIN Alauddin Makassar serta meningkatkan reputasi di dunia internasional,” jelasnya.
Selain itu, Kemenag juga menjalin kerja sama dengan beberapa universitas internasional di Jerman, Leuven (Belgia), Maroko, dan Tunisia. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat jaringan akademik dan memperluas wawasan keilmuan dosen serta mahasiswa UIN Makassar.
Program kedua yang tengah dikembangkan adalah visiting professor, yang akan dikoordinasikan dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dalam program ini, profesor dari Indonesia berkesempatan mengajar di universitas mitra selama 2–3 minggu.
“Setiap profesor yang mengikuti program ini akan mengajar minimal dua pertemuan serta diwajibkan menulis artikel ilmiah sepanjang 10 halaman dalam bahasa Inggris atau Arab untuk dipublikasikan di jurnal internasional,” tambah Prof. Sahiron.
Ia menyebut bahwa program visiting professor sebelumnya telah dilaksanakan di Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Leuven University pada akhir 2024.
Tahun 2025, jumlah peserta program ini akan menyesuaikan ketersediaan anggaran, dengan kemungkinan kuota mulai dari 5 hingga 15 profesor.
“Kami akan segera mengumumkan informasi resmi bagi para akademisi yang ingin berpartisipasi dalam program ini,” ungkapnya.
Dengan berbagai strategi tersebut, UIN Alauddin Makassar semakin memperkuat perannya di ranah akademik global, sejalan dengan visi besar menuju World Class University.
Penulis: Natan







