MAKASSAR– Senin besok 50 Anggota DPRD Makassar terpilih bakal dilantik periode 2024-2029, beberapa wajah lama dan pendatang baru akan menghiasi Legislatif Makassar.
Pelantikan 50 Anggota DPRD Makassar tersebut akan dihadiri ratusan orang dari keluarga dekat masing-masing anggota legislator terpilih .
Sekretaris DPRD Kota Makassar M Dahyal mengatakan, total undangan yang disebar sebanyak 400 yang akan hadir dalam momen ini.
Terdiri dari 50 anggota dewan terpilih, anggota dewan periode 2019-2024, jajaran pemerintah Kota Makassar hingga Forum Komunikasi dan Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Hanya saja, tidak semua tamu bisa masuk dalam ruang rapat paripurna karena keterbatasan kapasitas ruangan.
Hanya 300 orang yang ada dalam ruang rapat paripurna, sementara 100 lebihnya akan disiapkan tempat di lantai 2 Kantor DPRD Makassar.
“Setiap anggota dewan masing-masing 4 undangan, bisa untuk istri atau suami, anak atau orang tua. Anggota dewan beserta pasangan masuk di ruang paripurna lantai 3, dan 2 undangan lainnya di lantai 2,” ucap Dahyal.
Para tamu nantinya akan disambut dengan iringan musik tanjidor saat tiba di halaman Kantor DPRD Makassar, panitia juga menyiapkan iringan musik tradisional ‘pagandrang’ di ruang paripurna.
Pada tanggal 9 September, semua pegawai lingkup Sekretariat DPRD Makassar akan diliburkan.
Alasannya, karena kapasitas ruangan di DPRD Makassar cukup terbatas sementara cukup banyak tamu undangan yang diundang.
Pihaknya juga telah menyiapkan lokasi parkir untuk para undangan. Khusus tamu VVIP (Wali Kota, Forkopimda, OPD) parkir di dalam area DPRD.
Sementara undangan lainnya termasuk anggota DPRD yang akan dilantik memarkir kendaraan di KFC.
“Alhamdulillah kita dikasih space oleh KFC untuk 50 mobil, sementara di Informa untuk 70 mobil. Khusus parkir di KFC diperuntukkan bagi anggota dewan terpilih,” kata Dahyal..
Pelantikan anggota DPRD ini juga melibatkan aparat kepolisian dan TNI, serta Satpol PP, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Untuk masuk ke DPRD, para tamu harus masuk lewat pintu detektor.
Selain itu, juga disiapkan ICU mini dari Rumah Sakit Umum Daerah Daya untuk mengantisipasi ada yang sakit selama kegiatan berlangsung.**







