MAKASSAR — Perumda Air Minum Kota Makassar menerima kunjungan resmi dari Kawasaki Waterworks and Sewerage Bureau bersama JICA Office Indonesia di kantor Dr. Ratulangi No. 3 pada Rabu, 6 Agustus 2025. Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, langsung menyambut rombongan bersama jajaran manajemen.
Pada pertemuan tersebut, Kawasaki menyampaikan perkembangan terbaru proyek Makassar Kawasaki Project (MaKaPro) yang dimulai sejak November 2022 dan akan berakhir Oktober 2025.
Fokus utama MaKaPro adalah menurunkan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) serta meningkatkan efisiensi penggunaan air melalui pelatihan deteksi kebocoran bawah tanah.
Chief Management Officer Kawasaki, Shiratori Shigeyuki, memaparkan bahwa dalam tiga tahun pelaksanaan, MaKaPro sudah memberikan empat output penting, salah satunya adalah survei dan pengerjaan di tiga pilot area. Di Pilot Area 2 dan 3, tercatat penurunan NRW rata-rata 21 persen. Untuk Pilot Area 1 Bumi Permata Hijau, proses pembentukan District Meter Area (DMA) masih berjalan dan hasil penurunan NRW baru akan terlihat Oktober 2025. “Selama tiga tahun, penurunan rata-rata mencapai 21%,” ujar Shiratori.
Selain laporan capaian, pertemuan juga membahas agenda seminar penutupan proyek yang akan diadakan Kamis, 7 Agustus 2025. Pada acara tersebut, PDAM Makassar secara simbolis akan menerima sejumlah alat deteksi kebocoran seperti Onchobo, pengukur suara otomatis, dan water leak detector dari pihak Kawasaki dan JICA.
Kawasaki dan JICA juga membuka opsi keberlanjutan kerja sama melalui MaKaPro tahap II. “Pada penutupan nanti, kami serahkan secara simbolis peralatan yang dihibahkan ke PDAM Makassar,” kata Shiratori.
Perwakilan Senior JICA Indonesia, Sato Akira, menegaskan bahwa transfer pengetahuan dan keterampilan dari proyek ini tidak berhenti di Oktober 2025.
“Pengetahuan yang diperoleh tim PDAM Makassar akan terus berlanjut dan diharapkan diterapkan ke depannya,” tegasnya.
Plt Dirut PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin. Ia menilai manfaat MaKaPro benar-benar dirasakan di lapangan. “Ilmu dan pengalaman dari tim Kawasaki sangat nyata. Saya lihat langsung kecepatan tim saat menangani kebocoran di Batarani dan koneksi pipa di Tifa. Bukti hasil kerja hari ini sangat menguntungkan PDAM,” ungkap Hamzah.
Hamzah juga kerap turun ke lapangan untuk memastikan efektivitas pelatihan, khususnya saat laporan kejujuran malam hari. Menurutnya, staf yang sudah mengikuti pelatihan MaKaPro aktif berbagi ilmu ke rekan lain sehingga penanganan kebocoran jadi lebih efektif.
Ia berharap pelatihan dapat diperluas, dan berkomitmen untuk memfasilitasi staf agar transfer ilmu terus berjalan.
Hamzah menambahkan, rata-rata kehilangan air bulan ini mulai menurun berkat penerapan hasil pelatihan. “Hasilnya nyata, manfaat besar untuk pelayanan air bersih di Makassar,” tutup Hamzah.
Penulis: Zulkifli







