JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) akan mengoptimalkan peran intelijen untuk mencegah maraknya aksi premanisme di masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar.
Menurut Harli, pendekatan intelijen yang dimiliki Kejagung akan difokuskan pada upaya pencegahan, termasuk dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Langkah ini sebenarnya sudah berjalan, seperti memberikan penyuluhan hukum dan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya, Jumat (16/5).
Ia juga menegaskan bahwa pencegahan ini akan melibatkan banyak pihak, seperti Polri, Kesbangpol di daerah, hingga tokoh masyarakat, agama, adat, dan pemuda.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Presiden Prabowo turut memberi perhatian serius terhadap fenomena ormas yang berperilaku seperti preman.
“Presiden sangat resah. Beliau sudah berkoordinasi dengan Kapolri dan Jaksa Agung untuk mencari solusi, agar ormas tidak mengganggu iklim usaha dan ketertiban,” ujar Prasetyo di Istana Negara, Jumat (9/5).
Pemerintah juga membentuk Satgas Terpadu yang dikoordinasikan Kemenko Polhukam untuk memperkuat penegakan hukum terhadap aksi premanisme.
Penulis: Natan







