MAKASSAR — Empat akademisi dari Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Rapat Paripurna Senat Akademik Unhas yang digelar pada Kamis kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, masing-masing menyampaikan pidato pengukuhan yang memuat gagasan strategis sesuai bidang keilmuannya.
Prof. Dr. Ir. Sri Mawar Said, M.T.
Guru Besar dalam Bidang Manajemen Operasi Pembangkit dari Departemen Teknik Elektro mengangkat topik “Manajemen Operasi Pembangkit Listrik.” Dalam paparannya, Prof. Sri Mawar menekankan pentingnya pengelolaan yang efektif dalam menjamin ketersediaan energi primer untuk mendukung sistem kelistrikan nasional, khususnya yang terhubung secara interkoneksi di wilayah seperti Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara.
Ia menjelaskan bahwa setiap jenis pembangkit listrik menghadapi tantangan operasional yang berbeda sesuai dengan sumber energinya.
Oleh karena itu, diperlukan strategi manajemen terpadu agar dapat mencapai tingkat keandalan yang optimal.
Prof. Dr. Eng. Ir. Rita Irmawaty, S.T., M.T.
Dari Departemen Teknik Sipil, Prof. Rita Irmawaty membawakan pidato berjudul “Pengembangan Material Konstruksi Berbasis Limbah dalam Mendukung Infrastruktur Berkelanjutan.”
Ia menyoroti potensi besar limbah industri, pertanian, dan domestik untuk diolah menjadi material konstruksi alternatif seperti geopolymer concrete, hybrid concrete, dan recycled concrete.
“Melalui inovasi dan dukungan kebijakan yang tepat, material berbasis limbah tidak hanya membantu mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga mendukung pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Prof. Dr. Eng. Ir. Intan Sari Areni, S.T., M.T., IPU.
Dalam bidang Telekomunikasi dan Pengolahan Multimedia, Prof. Intan Sari Areni menyampaikan pidato bertajuk “Teknologi Telekomunikasi dan Multimedia untuk Masyarakat Inklusif sebagai Jembatan Menuju Dunia Tanpa Batas.”
Ia menekankan bahwa integrasi teknologi ini mampu mendorong efisiensi dan inklusivitas di berbagai sektor, termasuk industri, pendidikan, dan kesehatan.
Menurutnya, riset yang telah dilakukan menunjukkan potensi luas untuk pengembangan lebih lanjut demi kemajuan masyarakat secara menyeluruh.
Prof. Dr. Ir. Ulva Ria Irvan, S.T., M.T., IPM.
Sebagai Guru Besar di Bidang Ilmu Geokimia Batuan, Prof. Ulva Ria Irvan memaparkan pentingnya peran geokimia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Dengan pendekatan yang bertanggung jawab terhadap pemanfaatan sumber daya alam, geokimia batuan dapat memperkuat hilirisasi industri dan mempercepat transisi menuju energi bersih.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mendorong penerapan ilmu geokimia sebagai landasan pembangunan yang adil dan berwawasan lingkungan.
Penulis: Anugrah







