MAKASSAR – Departemen Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan sosok inspiratif, Taufan Pawe.
Pada kuliah umum bertema “Peran Anggota DPR RI dalam Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah”, di Aula Prof. Syukur Abdullah, Selasa (10/12).
Kuliah umum ini dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Wakil Dekan FISIP Unhas Muhammad Sultan, Ketua Departemen Ilmu Pemerintahan Andi Lukman, Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, serta para guru besar Departemen Ilmu Pemerintahan.
Kehadiran Taufan Pawe, anggota Komisi II DPR RI dan mantan Wali Kota Parepare, menjadi magnet tersendiri bagi ratusan mahasiswa yang memadati aula meski tengah memasuki masa liburan.
Ketua Departemen Ilmu Pemerintahan, Andi Lukman, mengungkapkan kekagumannya terhadap Taufan Pawe.
Ia menyoroti bagaimana seorang tokoh dengan pengalaman segudang, mulai dari praktisi hukum hingga birokrat, tetap meluangkan waktu untuk berbagi wawasan meski di tengah jadwal padat.
“Beliau ini bukan hanya seorang akademisi, tetapi juga praktisi yang telah membuktikan diri sebagai Wali Kota Parepare selama dua periode dengan segudang prestasi. Kini, sebagai anggota DPR RI, beliau tetap menunjukkan dedikasi untuk menginspirasi generasi muda,” kata Andi Lukman.
Ia juga menambahkan bahwa meski sebagian mahasiswa telah libur, antusiasme untuk mendengarkan paparan dari Taufan Pawe membuat aula tetap penuh sesak.
Wakil Dekan FISIP Unhas, Muhammad Sultan, turut mengapresiasi kehadiran Taufan Pawe. Menurutnya, sosok Taufan adalah perpaduan sempurna antara teori dan praktik yang sangat relevan bagi mahasiswa.
“Sebagai praktisi hukum dan birokrat berpengalaman, beliau mampu menghubungkan konsep akademik dengan realitas lapangan. Ini adalah nilai tambah yang luar biasa bagi mahasiswa kita,” ujarnya.
Taufan Pawe sendiri mengungkapkan bahwa kuliah umum ini merupakan forum untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi.
Ia berbicara tentang peran DPR RI, khususnya Komisi II, dalam penguatan tata kelola pemerintahan daerah, serta kebijakan yang ia terapkan selama menjadi kepala daerah.
“Ini adalah kesempatan untuk berbagi cerita tentang pengalaman saya, baik sebagai kepala daerah maupun sebagai legislator. Saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi mahasiswa yang nantinya akan terjun ke dunia pemerintahan,” jelas Taufan.
Kuliah umum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga motivasi. Mahasiswa yang hadir menunjukkan semangat tinggi untuk menyerap ilmu dari seorang tokoh yang telah berkiprah di berbagai bidang.
Momen ini membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi adalah kunci untuk mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan kehadiran Taufan Pawe, kuliah umum ini tak hanya menjadi agenda akademik biasa, tetapi juga sebuah inspirasi nyata bagi sivitas akademika FISIP Unhas.**







