PALOPO — Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Wali Kota Palopo 2025 mencatat partisipasi pemilih sebesar 74,90 persen, menurun 0,90 persen dibandingkan Pilkada 2024 yang mencatat partisipasi 75,80 persen.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dari total 95.845 pemilih pada Pilkada sebelumnya, kini hanya 94.705 orang yang menggunakan hak pilihnya di PSU, atau berkurang 1.140 pemilih.

Komisioner KPU Sulawesi Selatan, Romy Harminto, menjelaskan bahwa penurunan partisipasi ini bukan karena satu penyebab spesifik, melainkan bagian dari tren umum dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada.

“Memang biasanya terjadi penurunan jika dibandingkan antara pemilu dan pilkada, apalagi ini PSU,” ujar Romy saat ditemui di Makassar, Kamis (29/5).

Romy juga menyoroti masa sosialisasi yang sangat singkat dalam pelaksanaan PSU, yakni hanya dua bulan dari semestinya dua puluh bulan, sehingga dinilai berpengaruh terhadap keterlibatan pemilih.

“Waktu sosialisasi yang sempit tentu berdampak pada mobilisasi pemilih. Meski demikian, angka partisipasi hampir 75 persen masih cukup baik untuk ukuran PSU,” tambahnya.

PSU ini dilaksanakan menyusul putusan Mahkamah Konstitusi atas sengketa Pilkada Palopo 2024. Empat pasangan calon kembali bertarung dalam pemilihan ulang ini, yakni:

1. Putri Dakka – Haidir Basir (Paslon 1)

2. Farid Kasim Judas – Nurhaenih (Paslon 2)

3. Rahmat Masri Bandaso – Andi Tenri Karta (Paslon 3)

4. Naili Trisal – Akhmad Syarifuddin (Paslon 4)

Sementara itu, hasil penghitungan suara sementara menunjukkan Paslon 4 Naili–Ome unggul telak dalam PSU kali ini.

Penulis: Ardhi