GOWA– Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, melakukan kunjungan kerja ke Desa Biringala, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, dalam rangka memantau langsung inovasi luar biasa dari Kampung Rewako, sebuah konsep yang kini menjadi sorotan nasional.
Didampingi Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Wakil Bupati Abd Rauf Malaganni, dan Sekretaris Daerah Andy Azis, Yandri mengungkapkan kekagumannya terhadap optimalisasi penggunaan dana desa di Gowa.
Menurutnya, Desa Biringala telah menginspirasi banyak pihak dengan sukses mengembangkan potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat.
“Kampung Rewako di Biringala adalah bukti nyata bahwa desa bisa menjadi motor penggerak ekonomi, terutama di masa sulit seperti pandemi. Desa ini mampu memaksimalkan dana desa dengan cara yang belum banyak ditemui di Indonesia,” ungkap Yandri dengan penuh antusias.
Ia juga menyoroti bagaimana Kampung Rewako menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Gowa, yang tetap kuat meski diterpa pandemi.
“Saat daerah lain mengalami kemunduran ekonomi, Gowa tetap tumbuh. Ini membuktikan kepemimpinan yang mampu membaca masalah, mencari solusi, dan mengeksekusi dengan baik,” tambahnya.
Lebih dari sekadar inovasi lokal, Yandri melihat potensi besar Gowa dalam mendukung program nasional swasembada pangan yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Ia menekankan pentingnya peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam menjaga keberlanjutan pembangunan desa dan mengajak seluruh kepala desa di Gowa untuk memetakan potensi wilayahnya.
“Swasembada pangan adalah prioritas nasional. Dengan kerjasama dari Kementerian Pertanian, TNI, Polri, dan Kejaksaan, Gowa berpeluang besar menjadi contoh nasional dalam hal ketahanan pangan,” tegas Yandri.
Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, memaparkan bahwa Gowa kini telah menorehkan prestasi luar biasa dengan tidak lagi memiliki desa tertinggal sejak 2017. Sebanyak 76 desa sudah berstatus Desa Mandiri, dan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memajukan wilayahnya.
Adnan juga menceritakan bahwa Kampung Rewako lahir dari kebutuhan mendesak selama pandemi.
“Di tengah dilema antara menangani Covid-19 atau mempertahankan ekonomi, kami menciptakan Kampung Rewako sebagai solusi komprehensif. Di sini, semua sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata dikelola secara terpadu.”ketusnya.
Atas prestasinya, Gowa berhasil meraih penghargaan nasional dari Kementerian Perencanaan Pembangunan sebagai salah satu kabupaten terbaik di Indonesia, menempati peringkat ketiga dari 416 kabupaten di seluruh negeri.
“Terima kasih kepada Pak Menteri atas kunjungannya. Dengan bimbingan dan dukungan dari pemerintah pusat, kami yakin bahwa Wisata Kareba, nama lain Kampung Rewako, akan semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Gowa,” ujar Adnan menutup acara.
Kunjungan ini turut dihadiri Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh, yang bersama Menteri Desa dan PDT berdiskusi dengan para pendamping desa untuk memastikan langkah-langkah strategis ke depan.**







