SULSEL — Salat Iduladha bukan hanya sekadar ritual tahunan, melainkan momen spiritual penuh makna bagi umat Islam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam menyambutnya, Rasulullah SAW mencontohkan sejumlah adab yang mencerminkan kesungguhan, kesucian hati, dan keindahan Islam.

Berikut ini adalah beberapa adab yang dianjurkan saat hendak berangkat ke Masjid maupun ke lapangan untuk salat Iduladha:

1. Berpakaian Rapi dan Mengenakan Wewangian

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mengenakan pakaian terbaik dan memakai wewangian saat hari raya.

Pakaian tidak harus baru atau mahal, yang penting bersih, rapi, dan pantas. Ini merupakan wujud syukur serta penghormatan terhadap hari yang agung.

“Nabi SAW mengenakan burdah (kain indah dari Yaman) pada setiap hari raya.”(HR. Asy-Syafi’i).

2. Tidak Makan Sebelum Salat

Berbeda dengan Idulfitri yang dianjurkan makan sebelum salat, pada Iduladha justru disunnahkan untuk menahan diri dari makan hingga salat selesai. Ini menjadi simbol kesiapan hati dan tubuh dalam menyambut daging kurban.

“Rasulullah SAW tidak makan pada hari Iduladha sampai selesai salat.” (HR. At-Tirmizi)

3. Berangkat dengan Jalan Kaki dan Pulang Lewat Jalan yang Berbeda

Jika memungkinkan, berjalan kaki menuju lokasi salat adalah sunnah yang menunjukkan kesederhanaan dan kebersamaan.

Rasulullah juga menganjurkan pulang melalui jalan yang berbeda dari jalan berangkat, sebagai bentuk menyebarkan salam dan keberkahan.

“Nabi SAW pergi ke salat Id dengan berjalan kaki dan kembali lewat jalan yang berbeda.” (HR. Ibnu Majah)

4. Mengajak Semua Kalangan Hadir

Salat Id dianjurkan diikuti oleh semua kalangan laki-laki, perempuan, anak-anak, hingga perempuan yang sedang haid (yang tidak ikut salat namun tetap hadir menyimak khutbah). Ini mencerminkan semangat inklusif dan kebersamaan umat Islam.

“Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk membawa semua perempuan, termasuk yang haid dan gadis pingitan, agar menyaksikan kebaikan dan khutbah di hari raya.” (HR. Ahmad)

Adab-adab ini bukan sekadar aturan, melainkan bentuk kesungguhan seorang Muslim dalam memuliakan hari raya.

Dengan berpakaian rapi, menjaga niat, berinteraksi dengan sesama, dan hadir bersama keluarga dan masyarakat, kita mengikuti jejak Rasulullah SAW sekaligus memperkuat ikatan spiritual dan sosial.

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.(QS. Adz-Dzariyat: 56)

Penulis: Anugrah