Lintaskabar.id, Iran – Pemerintah Iran membantah adanya dialog dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Teheran menilai isu tersebut sebagai upaya manipulasi pasar keuangan dan minyak.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan tidak ada negosiasi yang berlangsung dengan AS.
“Trump berusaha untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta keluar dari rawa yang menjebak AS dan Israel,” kata Ghalibaf.
Ada Sinyal Permintaan Negosiasi
Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyebut pihaknya menerima pesan dari sejumlah negara sahabat terkait permintaan negosiasi dari AS.
“pesan telah diterima dari ‘beberapa negara sahabat yang mengindikasikan permintaan AS untuk negosiasi yang bertujuan mengakhiri perang’”
Meski begitu, ia menegaskan belum ada pembicaraan resmi antara kedua pihak.
Israel Tetap Lanjutkan Serangan
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan telah berbicara dengan Trump. Ia menyebut AS melihat peluang kesepakatan, namun Israel tetap melanjutkan serangan.
“Trump percaya ada peluang untuk memanfaatkan pencapaian luar biasa IDF dan militer AS untuk mewujudkan tujuan perang dalam sebuah kesepakatan – kesepakatan yang akan melindungi kepentingan vital kita,” katanya.
“Pada saat yang sama, kami terus menyerang baik di Iran maupun di Lebanon,” ucap dia.
Opsi Mediasi Muncul
Selain itu, beberapa negara mulai diusulkan sebagai mediator. Sebelumnya Oman memfasilitasi komunikasi tidak langsung. Kini Mesir, Qatar, dan Pakistan ikut dipertimbangkan sebagai penengah. (Zi/*)







