Lintaskabar.id, Makassar – Teriakan “Oppo’ki” menggema ketika DPW PKB Sulawesi Selatan memulai Musyawarah Wilayah (Muswil) di Hotel Aryaduta Makassar, Senin (8/12).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sorakan itu meletup saat Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, melangkah ke podium untuk memberikan sambutan. Suasana kembali menghangat ketika Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, menaiki panggung.

Dalam sambutannya, Azhar menggambarkan PKB sebagai kapal pinisi yang menempuh perjalanan menuju dermaga.

“Pasti ada badai. Ada yang menyerah, ada yang bertahan. Di sini kita meneguhkan arah perjuangan dan menentukan kepemimpinan ke depan,” ujarnya.

Ia kemudian menyampaikan capaian elektoral PKB. Pada Pemilu 2019, PKB mengantongi 51 kursi, lalu meningkatkan perolehan menjadi 79 kursi pada Pemilu 2024. Di DPRD Sulsel, PKB menguasai delapan kursi dan mengisi posisi wakil ketua.

“Badai bisa kita lewati. Semangat juang menjadi modal kita. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” katanya.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada PKB.

“PKB ini rasanya lebih dari partai koalisi. Tidak banyak bicara dan tidak banyak permintaan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan hubungan persahabatannya dengan Azhar Arsyad dan menyatakan harapannya agar kelak dapat berkompetisi dengannya dalam pemilihan gubernur.

“Saya selalu berharap beliau maju karena kami bersahabat. Tapi saya juga selalu berpesan, jangan ganggu dia—biarkan dia berjuang untuk partainya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, menilai masyarakat Sulsel memiliki karakter kuat dalam menjaga martabat dan empati, sehingga menjadikan daerah ini strategis bagi pertumbuhan PKB.

Ia kemudian menjelaskan bahwa Muswil berjalan serentak di berbagai provinsi untuk membangun kepengurusan DPW. Ia juga mengapresiasi kinerja PKB Sulsel yang meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2024 dan pilkada.

Cucun juga mendorong Azhar Arsyad untuk bertarung di dapil Sulsel III guna mengisi kekosongan kursi.

“PKB tidak hadir hanya setiap lima tahun, tapi hadir setiap kali masyarakat membutuhkan,” tutupnya. (Ar)