SULSEL—Inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pasar di Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan harga bahan pokok yang relatif stabil. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, yang turun langsung ke lapangan, memastikan bahwa harga-harga tetap sesuai dengan ketetapan pemerintah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sidak ini merupakan bagian dari upaya pengawasan terhadap kondisi ekonomi daerah, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri. Sebelumnya, Nurdin telah mengunjungi sejumlah pasar di Kabupaten Bone, Sope, dan Wajo.

Dalam kunjungannya ke pasar Pa’baeng-baeng, Makassar, pada Sabtu (29/3), ia mengungkapkan bahwa harga kebutuhan pokok di pasar tersebut tidak mengalami lonjakan.

“Tadi saya lihat langsung harga-harga di pasar, khususnya minyak goreng, beras, dan gula pasir. Alhamdulillah, harga cukup bagus dan stabil. Ini menunjukkan bahwa para pedagang di sini disiplin dalam menerapkan aturan,” ujarnya.

Dinas Perdagangan setempat juga disebut aktif dalam melakukan pemantauan dan inspeksi harga.

Salah satu fokus utama sidak ini adalah minyak goreng, yang dipastikan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.

“Tidak ada pedagang yang menjual minyak goreng di atas HET. Kerjasama dengan Bulog juga berjalan dengan baik,” tambah Nurdin.

Selain minyak goreng, harga telur, beras, dan gula pasir juga diperiksa. Hasilnya menunjukkan harga yang tetap dalam kondisi normal.

Namun, sedikit kenaikan terjadi pada harga cabai, yang disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat dan keterbatasan pasokan.

“Cabai memang sedikit naik karena permintaan masyarakat tinggi, sementara pasokan terbatas. Ini hal yang wajar dan terjadi di banyak tempat,” jelasnya.

Nurdin menegaskan bahwa pemantauan harga akan terus dilakukan untuk memastikan stabilitas pasar dan mencegah spekulasi yang merugikan masyarakat.

“Kita akan terus melakukan pemantauan agar harga tetap stabil. Jika ada lonjakan harga yang tidak wajar, kami akan segera koordinasi dengan pihak terkait,” pungkasnya.

Penulis: Ardhi