Lintaskabar.id, Makassar — Pemerintah Kota Makassar menertibkan pasar tumpah dan aktivitas bongkar muat di Jalan Veteran Utara yang selama puluhan tahun memakai badan jalan dan trotoar.
Petugas menertibkan pedagang di sekitar Pasar Kubis dan lorong sekitarnya pada Minggu dini hari (24/5/2026). Pemkot Makassar bersama tim gabungan menjalankan proses secara tertib, aman, dan humanis tanpa kericuhan.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief mengatakan penataan kawasan Jalan Veteran Utara dan Pasar Kubis berlangsung kondusif karena pemerintah mengedepankan komunikasi dengan pedagang.
“Alhamdulillah penataan berjalan kondusif. Tidak ada gesekan karena semua dilakukan secara kolektif dengan mengedepankan komunikasi dan menjaga ketertiban serta keamanan warga,” ujar Ali Gauli Arief.
Selama ini, aktivitas bongkar muat dan lapak pedagang di Jalan Veteran Utara memicu kemacetan, mengganggu pengguna jalan, dan menutup trotoar pejalan kaki.
Pedagang Pindah ke Terminal Malengkeri
Pemerintah memindahkan pedagang ke Terminal Malengkeri, Kecamatan Tamalate, yang lebih luas dan tertata. Pemkot juga menyediakan tempat berjualan gratis agar pedagang tetap bisa beraktivitas.
Selain itu, petugas menertibkan PKL di Jalan Kubis dan sekitar Pasar Kalimbu, Kecamatan Bontoala. Pemerintah menjalankan penataan dengan pendekatan dialogis bersama pedagang.
Unsur TNI-Polri, Satpol PP, PD Pasar, kecamatan, kelurahan, Kesbangpol, dan tokoh masyarakat ikut mengawal proses tersebut.
Ratusan Pedagang Relokasi Sukarela
Ali Gauli menjelaskan sebanyak 308 pedagang dan mobil boks bongkar muat telah pindah ke Terminal Malengkeri. Menurutnya, pedagang relokasi secara sukarela sehingga kawasan Jalan Veteran Utara mulai bersih dari aktivitas pasar tumpah.
“Karena saat ini, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan lokasi relokasi yang lebih luas dan tertata di Terminal Malengkeri agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu fasilitas umum,” jelasnya.
Petugas juga membongkar lapak PKL di Jalan Kubis, Jalan Lobak, Lorong 97, dan Lorong 98 untuk membuka akses jalan dan mengembalikan fungsi trotoar.
“Pembersihan lapak-lapak PKL yang menuju akses Jalan Veteran sudah dibongkar. Semua berjalan baik karena pedagang juga memahami tujuan penataan ini,” katanya.
Warga Sambut Positif Penataan
Ali menyebut sebagian besar pedagang di kawasan tersebut telah berjualan lebih dari 20 tahun. Jumlah pedagang di kawasan Pasar Kalimbu tercatat mencapai 359 orang.
Menurutnya, keberhasilan relokasi menunjukkan adanya kesadaran bersama antara pemerintah dan pedagang untuk menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib.
“Dengan kesadaran pedagang untuk relokasi ke Terminal Malengkeri, penataan Jalan Veteran kembali berfungsi dengan baik dan tidak lagi mengganggu pengguna jalan lainnya,” ungkapnya.
Kini kawasan Jalan Veteran Utara dan Jalan Kubis terlihat lebih bersih dan tertata. Warga sekitar juga mendukung langkah Pemerintah Kota Makassar karena pasar tumpah selama ini mengganggu lalu lintas dan kenyamanan lingkungan. (Ar)







