JEPANG—Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, terus menunjukkan komitmennya untuk menjadikan Makassar sebagai kota rendah karbon.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam upaya tersebut, ia mengunjungi Kantor Pusat Nippon Koei di Tokyo, Jepang, sebagai bagian dari program percepatan dekarbonisasi, Senin kemarin.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kolaborasi antar kota (city-to-city collaboration) yang berfokus pada pengembangan Smart City, digitalisasi, dan dekarbonisasi.

Danny Pomanto disambut oleh sejumlah pejabat Nippon Koei, termasuk Norihiko Inoue, Regional Officer (East Asia, Southeast Asia, Oceania), Tetsuya Saito, Manager International Environment Department, dan Keita Hirayanagi dari Transportation Planning & Management Department.

“Kami saling berbagi informasi terkait program Smart City Makassar, co’mo, dan green building. Kunjungan ini memperkuat langkah kami menuju kota rendah karbon,” ujar Danny Pomanto.

Danny Pomanto juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari pengalaman Nippon Koei dalam proyek smart city dan pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa konsep Smart City Makassar mengintegrasikan “high touch” dan “high tech” melalui program “Sombere and Smart City.”

 

Dalam kunjungan ini, Danny Pomanto menegaskan pentingnya kerja sama Makassar dengan Yokohama, yang sebelumnya sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

Kedua kota kini kembali memperkuat kolaborasi di sektor transportasi, energi, dan pengurangan emisi karbon.

“Komitmen global untuk mengurangi emisi karbon adalah tanggung jawab bersama. Makassar dan Yokohama sepakat melaksanakan program kota rendah karbon yang mendesak dan strategis,” kata Danny.

Makassar telah mengimplementasikan berbagai kebijakan dekarbonisasi, seperti penggunaan mobil listrik untuk program homecare dan dinas pemerintahan, bus sekolah ramah lingkungan, pengolahan sampah menjadi energi listrik, serta pemasangan panel surya sebagai sumber energi alternatif.

Danny Pomanto berharap kolaborasi dengan Nippon Koei dan Yokohama dapat menghadirkan transfer teknologi, keahlian, dan inovasi baru bagi Makassar.

“Makassar siap menjadi laboratorium teknologi baru untuk mendukung program dekarbonisasi,” tutupnya.

Penulis: Anugrah