Lintaskabar.id, Hongkong – Kebakaran besar melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, wilayah utara Hong Kong, pada Rabu (26/11). Api yang berkobar selama sekitar 10 jam tersebut menewaskan puluhan orang, sementara 279 penghuni lainnya masih dilaporkan hilang.
Belum ada penjelasan pasti mengenai penyebab cepatnya api menjalar ke beberapa gedung di sekitarnya, sehingga hal ini menjadi perhatian utama tim penyelidik.
Petugas pemadam kebakaran mengungkap adanya hal-hal yang tidak lazim di lokasi kejadian. Mengutip laporan AFP, kebakaran yang terjadi siang hari dan terus berlangsung hingga malam menjadi salah satu insiden paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir wilayah yang dikenal dengan gedung-gedung hunian tinggi dan padat penduduk.
Direktur Dinas Pemadam Kebakaran, Andy Yeung menjelaskan bahwa tim penyelamat menemukan sejumlah papan polistirena yang menutup jendela di beberapa unit apartemen.
“Papan polistirena ini sangat mudah terbakar dan membuat api menyebar dengan sangat cepat,” ujar Yeung, dikutip dari CNN.
Ia menambahkan bahwa keberadaan material tersebut dinilai tidak wajar dan sudah diserahkan kepada polisi untuk ditelusuri lebih lanjut.
Kompleks Wang Fuk Court terdiri atas delapan gedung tinggi dengan hampir 2.000 unit apartemen. Dari jumlah tersebut, tujuh gedung dilaporkan ikut terbakar. Seluruh bangunan tengah dalam proses renovasi besar, dan banyak penghuninya adalah warga lanjut usia.
Pihak otoritas perumahan kini meninjau apakah lapisan pelindung yang menutupi bangunan selama renovasi memenuhi standar ketahanan terhadap api.
Pemimpin Hong Kong, John Lee, menegaskan bahwa siapa pun yang bertanggung jawab akan diproses sesuai hukum yang berlaku
Selain polistirena, aparat juga menemukan keberadaan perancah bambu yang menutupi sebagian gedung selama renovasi. Struktur bambu yang lazim digunakan dalam proyek konstruksi di Hong Kong diduga menjadi salah satu faktor yang mempercepat kebakaran.
Kobaran api dilaporkan pertama kali muncul pada bagian perancah tersebut sebelum merembet ke sejumlah blok apartemen.
Seorang reporter AFP mengatakan bahwa suara retakan keras terdengar di lokasi, kemungkinan dari bambu yang terbakar, sementara asap tebal tampak membubung dari bangunan yang diselimuti api dan abu.
Yuen, seorang warga berusia 65 tahun yang telah tinggal lebih dari 40 tahun di kawasan itu, mengungkap bahwa banyak penghuni lanjut usia tidak menyadari adanya kebakaran karena jendela mereka tertutup akibat renovasi.
“Jendela-jendela ditutup karena renovasi. Beberapa orang bahkan tidak tahu ada kebakaran dan diberi tahu lewat telepon oleh tetangga,” katanya kepada AFP.
“Saya sangat terpukul. Ada kerugian besar dan korban jiwa, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran,” jelasnya. (Zi/*)







