MAKASSAR—Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kota Palopo dinilai memberikan keuntungan bagi pasangan Rahmat Basri Bandaso-Andi Tenri Karta (RMB-Atika).
Dengan didiskualifikasinya Trisal Tahir, peta dukungan diprediksi akan berubah signifikan.
PSU Pilkada Palopo ini digelar berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang memerintahkan KPU untuk melaksanakannya dalam waktu maksimal 90 hari.
Putusan MK menetapkan bahwa PSU hanya akan diikuti oleh empat pasangan calon, tanpa keikutsertaan Trisal Tahir yang dianggap melanggar aturan administrasi.
Absennya Trisal dalam PSU membuat persaingan semakin mengerucut antara Farid Kasim-Nurhaenih dan RMB-Atika.
Hal ini diungkapkan oleh Tokoh Pemuda Luwu Raya, Usman. Ia menilai bahwa tanpa kehadiran Trisal, RMB-Atika lebih diuntungkan.
Menurut Usman, pertentangan yang terjadi antara kubu Farid-Nurhaenih dan pendukung Trisal-Akhmad Syarifuddin dapat menjadi momentum bagi Rahmat Basri Bandaso.
“Gugurnya Trisal bisa mengalihkan dukungan besar kepada Rahmat Bandaso dan Andi Tenri. Konflik yang terjadi akan semakin menyulitkan Farid untuk mendapatkan simpati dari kubu Trisal,” ujar Usman dalam keterangannya di Makassar, Rabu (26/2).
Ia juga menilai bahwa kecil kemungkinan pendukung Trisal akan beralih ke Putri Dakka-Haidir Basir atau Farid-Nurhaenih, mengingat posisi Farid yang sebelumnya menggugat kemenangan Trisal di MK hingga berujung pada diskualifikasi.
“Jika istri Trisal, Naili, yang dijadikan pengganti, pengaruhnya belum tentu sekuat Trisal. Justru ini bisa menjadi bumerang karena masyarakat masih mengingat fakta-fakta persidangan di MK,” jelas Usman.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemilih di Palopo yang heterogen dan berpendidikan cenderung memilih calon dengan rekam jejak yang lebih bersih.
“Dalam kondisi ini, masyarakat akan mencari figur yang bisa menyatukan dan membawa perubahan. Rahmat bisa menjadi pilihan bagi mantan pendukung Trisal maupun Farid karena ia dianggap sebagai antitesis dari keduanya,” tandas Usman.
Pada Pilkada Palopo 2024, pasangan Rahmat-Atika yang diusung Partai Golkar meraih 19.484 suara, masih kalah dari perolehan suara Trisal-Akhmad dan Farid-Nurhaenih. Namun, dengan perubahan peta politik di PSU, peluang mereka kini terbuka lebih lebar.







