Lintaskabar.id, Makassar – Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa hilirisasi mineral merupakan langkah strategis yang harus dipercepat untuk membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kuliah umum bertema “Hilirisasi Mineral untuk Kesejahteraan Rakyat”. yang dilaksanakan di Universitas Hasanuddin, Selasa (25/22/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, serta Direktur Utama PT MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, yang memperkuat pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam mendukung kebijakan hilirisasi nasional.
Dalam paparannya, Prof. Jamaluddin Jompa menekankan bahwa hilirisasi mineral tidak boleh hanya menjadi wacana yang bergulir di ruang kebijakan nasional. Dunia kampus dan generasi muda, katanya, harus ambil bagian sebagai pelaku yang memberi nilai tambah, bukan sekadar pengamat.
“Bukan komplain, bukan curhat. Tapi kita harus berani mengambil peran dan peluang itu. Kuliah umum ini membuka cakrawala dan menantang kita untuk terlibat,” tegasnya.
Menurut Rektor Unhas, hilirisasi adalah langkah konkret untuk mengubah kekayaan alam menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat Indonesia.
Ia menjelaskan, hilirisasi mineral bukan hanya urusan teknis industri, tetapi juga menyangkut martabat bangsa. Indonesia harus mampu mengelola sumber daya alamnya sendiri, menghasilkan produk bernilai tinggi, dan tidak terus bergantung pada negara lain.
“Dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam melalui industri dalam negeri, kita bisa berdiri sejajar dengan negara-negara maju,” katanya.
Prof. Jamaluddin Jompa menambahkan bahwa arah kebijakan hilirisasi mineral selaras dengan visi Presiden untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
“Sudah saatnya bangsa ini maju. Hari ini kita mendapat inspirasi baru dan peluang besar untuk mewujudkannya,” ujarnya optimistis.
Kuliah umum ini sekaligus menjadi forum dialog antara sivitas akademika dan dunia industri. PT MIND ID, sebagai BUMN holding industri tambang, hadir memberikan gambaran peluang riset, kerja sama, dan penguatan SDM untuk mendorong hilirisasi mineral nasional.
Kehadiran Tamsil Linrung dan Maroef Sjamsoeddin turut mempertegas bahwa transformasi mineral Indonesia membutuhkan dukungan multipihak, termasuk kontribusi aktif perguruan tinggi. (Ag)







