Lintaskabar.id, Makassar — Universitas Bosowa bersama LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara menggelar Sosialisasi Kebijakan Kepegawaian dan Evaluasi Kinerja Dosen DPK di Ruang Rapat Lantai 9 Gedung I Universitas Bosowa, Rabu, 20 Mei 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Melalui kegiatan ini, kedua institusi memperkuat tata kelola dosen ASN DPK sekaligus menyelaraskan pengelolaan sumber daya manusia perguruan tinggi dengan kebijakan terbaru LLDIKTI IX. Agenda tersebut juga mendorong budaya kerja akademik yang profesional dan berbasis kinerja.

UNIBOS Perkuat Tata Kelola Dosen

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan kepegawaian di lingkungan LLDIKTI IX Sultanbatara. Peserta membahas evaluasi kinerja dosen serta sinkronisasi administrasi akademik dan kelembagaan.

Direktur Direktorat SDM dan Kelembagaan Universitas Bosowa, Dr. Ali Anas, menegaskan pentingnya evaluasi kinerja dosen dalam menjaga mutu pendidikan tinggi.

“Kualitas perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan sumber daya manusianya. Karena itu, evaluasi kinerja dosen harus dipandang sebagai proses penguatan profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab akademik dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Abdillah S.A.S. memandu jalannya sosialisasi dan diskusi interaktif bersama peserta.

Bahas Tukin, SKP, dan DTY

Dalam sesi utama, Kiki Reskyani Munis memaparkan kebijakan strategis terkait pengelolaan dosen DPK.

Ia menjelaskan monitoring dan evaluasi tunjangan kinerja (Tukin), Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), log harian dosen, hingga tindak lanjut Surat Keputusan Penyetaraan Dosen Tetap Yayasan (DTY).

Selain itu, ia juga menjelaskan pedoman tugas belajar dosen non-ASN serta sinkronisasi administrasi kinerja dosen dengan sistem tata kelola pendidikan tinggi berbasis digital dan akuntabilitas.

“Transformasi pendidikan tinggi menuntut pengelolaan dosen yang lebih tertib, transparan, dan profesional. Karena itu, seluruh proses evaluasi kinerja harus dipahami bukan sebagai beban administratif, tetapi sebagai instrumen peningkatan kualitas akademik,” ungkapnya.

LLDIKTI IX menilai peningkatan kualitas dosen dan tata kelola kepegawaian menjadi fondasi penting untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi.

Dosen Bahas Karier Akademik

Peserta juga aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Para dosen ASN DPK membahas implementasi kebijakan terbaru, evaluasi kinerja, hingga pengembangan karier akademik.

Melalui agenda ini, Universitas Bosowa menegaskan komitmennya membangun budaya akademik yang profesional dan adaptif serta memperkuat sinergi bersama LLDIKTI IX untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia Timur. (Ag)