MAKASSAR — Sebagai bagian dari kegiatan experiential learning bertema “Belajar dari Hati, Merayakan Perbedaan”, para siswa SMP Bosowa School Makassar melaksanakan kunjungan edukatif ke SLB Negeri 2 Makassar pada Rabu (22/10).
Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bermakna bagi siswa untuk memahami nilai empati, menghargai keberagaman, serta menyadari pentingnya sikap saling menghormati di tengah perbedaan kemampuan.
Kedatangan rombongan SMP Bosowa School disambut dengan hangat oleh pihak SLB Negeri 2 Makassar. Kegiatan dimulai dengan observasi lingkungan sekolah, di mana para siswa berkesempatan berinteraksi langsung dengan teman-teman SLB dari berbagai jenjang pendidikan.
Mereka juga melihat proses pembelajaran, fasilitas, dan alat bantu yang digunakan untuk mendukung kebutuhan belajar anak-anak berkebutuhan khusus.
Selanjutnya, acara berlanjut di aula sekolah dengan berbagai penampilan dari siswa-siswi SLB, seperti pantomim, nyanyian, dan tarian daerah. Momen ini menjadi ajang apresiasi yang memperlihatkan bakat dan potensi luar biasa dari para siswa SLB.
Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Makassar, Jamaluddin, S.Pd., M.Pd., turut memperkenalkan profil sekolah serta berbagai prestasi yang telah diraih oleh siswa-siswinya di tingkat lokal maupun nasional.
“Kami sangat berbahagia menerima kunjungan dari adik-adik SMP Bosowa School Makassar. Kegiatan seperti ini memberikan makna mendalam, bukan hanya bagi siswa kami, tetapi juga bagi para tamu untuk memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang memperkaya kehidupan bersama,” ujar Jamaluddin.
Tak hanya menyaksikan penampilan, para siswa SMP Bosowa juga diajak mempelajari bahasa isyarat dasar dan bernyanyi bersama menggunakan bahasa isyarat. Suasana keakraban dan keceriaan pun terasa selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ditutup dengan permainan interaktif seperti menyusun menara gelas dan estafet kelereng, yang mempererat hubungan antara siswa kedua sekolah.
Melalui kegiatan ini, SMP Bosowa School Makassar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan proses belajar yang kontekstual dan penuh makna.
“Kami ingin pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang dapat diamati dan dirasakan langsung oleh siswa,” ungkap Laesach M. Pakatuwo, perwakilan guru SMP Bosowa School Makassar.
Penulis: Anugrah






