MAKASSAR — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar menggelar upacara peringatan HUT ke-80 PMI di Pelataran Masjid Al Markaz, Sabtu (20/9) pagi, dengan mengusung tema Tebar Kebaikan.
Ketua PMI Kota Makassar, Syamsu Rizal MI bertindak sebagai pembina upacara. Turut hadir Ketua PMI Sulsel Adnan Purichta Ichsan, Ketua Dewan Kehormatan PMI Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Sekretaris PMI Makassar Khudri Arsyad, serta Kepala Dinkes Makassar dr Nursaidah Sirajuddin.
Kegiatan ini juga diikuti jajaran pengurus PMI Kota Makassar, KSR, Palang Merah Remaja (PMR) dari SD hingga SMA, mitra, instansi, serta pendukung PMI lainnya.
Peringatan HUT kali ini dirangkaikan dengan penyerahan cinderamata kepada sejumlah pendonor dan aksi penanaman bibit pohon di halaman Masjid Al Markaz.
Dalam sambutannya, Syamsu Rizal atau Deng Ical menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menebar kebaikan melalui aksi kemanusiaan, kepedulian lingkungan, dan berbagai kegiatan positif lainnya.
“Penghargaan kami sampaikan kepada mitra, institusi, dan pendukung yang terus menyemangati para relawan dalam mengemban tugas kemanusiaan,” ujarnya.
Legislator DPR RI dari PKB ini juga berterima kasih kepada Ketua PMI Sulsel, Adnan Purichta Ichsan, atas pembinaan dan monitoring yang menjadi motivasi bagi pengurus PMI Makassar untuk lebih aktif dalam menebar kebaikan.
Deng Ical menegaskan, peringatan HUT ke-80 PMI kali ini memiliki makna khusus. Jika sebelumnya lebih banyak digelar di markas PMI, tahun ini dilaksanakan di ruang publik sebagai wujud deklarasi kesiapan PMI untuk lebih terbuka dan proaktif.
“PMI bukan organisasi yang ingin memamerkan kekuatan atau pengabdian. Prinsip tanpa pamrih tetap kita pegang, tapi di era sekarang transparansi juga harus dideklarasikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, UU Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan menegaskan peran PMI untuk berani mengambil inisiatif dalam menebar kebaikan.
“Tidak boleh ada potensi yang dibiarkan. Semua harus kita sinergikan demi mengurangi penderitaan sesama,” jelasnya.
Deng Ical pun mengajak seluruh relawan untuk menggali dan meningkatkan potensi masing-masing agar menjadi inspirasi bagi masyarakat.
“Hari ini kita tidak hanya menggelar upacara, tetapi juga mendeklarasikan kesiapan kita. Logo di dada kita adalah simbol keberanian mengambil peran pertama dalam tugas-tugas kemanusiaan,” pungkasnya.
Penulis: Ardhi







