Lintaskabar.id, Makassar – Wakil Ketua Lembaga Kaderisasi Nasional DPP PKB Zona Sulawesi, Syamsu Rizal MI atau Deng Ical, menyampaikan bahwa proses penjaringan calon ketua mengarah pada satu nama.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia menegaskan bahwa hasil asesmen internal DPP dan rekomendasi mayoritas DPC menunjukkan konsistensi dukungan kepada Azhar.

“Sudah ada satu nama, yaitu Pak Azhar Arsyad. Beliau melalui asesmen DPP dan mendapatkan rekomendasi dari DPC,” ujar Deng Ical, belum lama ini.

Mekanisme Muswil Berjalan Tertutup dan Terstruktur

Ia menjelaskan bahwa mekanisme Muswil PKB menggunakan dua jalur: penjaringan resmi dari DPC dan identifikasi kandidat oleh DPP.

Proses penetapan nama berjalan secara tertutup dan terstruktur untuk mencegah persaingan terbuka yang dinilai tidak produktif bagi konsolidasi partai.

Azhar Arsyad Jadi Prioritas Tunggal Usulan DPC

Hasil verifikasi menunjukkan hanya satu tokoh yang menempati posisi teratas dan menjadi prioritas usulan ke DPP. Kondisi ini mendorong Muswil PKB Sulsel berpotensi berlangsung mulus bahkan aklamasi karena hampir seluruh DPC menyatukan dukungan kepada Azhar.

“Setelah verifikasi, seluruh prioritas mengarah kepada Pak Azhar Arsyad. Hampir tidak ada calon lain. Muswil kemungkinan hanya menunggu penetapan administratif,” jelas Deng Ical.

Soliditas PKB Sulsel Jadi Modal Politik ke Depan

Ia menilai soliditas PKB Sulsel menjadi modal penting setelah partai menambah perolehan kursi pada Pemilu 2024. Tantangan berikutnya ialah melanjutkan ekspansi politik dan memperkuat basis kultur serta demografi partai.

“Mandat partai jelas: ketua DPW mendatang harus memperkuat positioning PKB sebagai partai terbuka dan inklusif, serta menuntaskan konsolidasi di wilayah yang masih membutuhkan penguatan,” katanya.

Muswil Menunggu Pengesahan DPP

Dengan menyatunya dukungan kepada satu kandidat, Muswil PKB Sulsel kini menunggu pengesahan formal dari DPP setelah seluruh rekomendasi DPC selesai dan dibahas dalam Rakerwil.

Deng Ical menegaskan bahwa fokus partai tidak lagi pada persaingan internal, tetapi pada memperkuat kaderisasi dan struktur menghadapi kontestasi elektoral berikutnya. (Ar)