MAKASSAR –Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr. Abd Rakhim Nanda, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian salah satu alumninya, Zulfikar Ahmad Tawalla, yang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara kuliah umum di Unismuh, Sabtu, 16 November 2024.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Namun, kami tidak akan membebani Zulfikar untuk membantu pengembangan Unismuh. Bagi kami, keberhasilannya dalam menjalankan tugas negara dengan baik sudah menjadi kontribusi besar sebagai alumni,” ujar Rakhim.

Dalam kesempatan tersebut, Rakhim juga memberikan nasihat kepada Zulfikar, mengutip Surat Al-A’raf Ayat 128-129. Ayat 128 menekankan pentingnya memohon pertolongan kepada Allah, bersabar, dan bertakwa. Sedangkan potongan ayat 129 mengingatkan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

“Belajar dari Nabi Musa, kita diingatkan bahwa kesabaran, doa, dan kepercayaan kepada Allah adalah kunci keberhasilan. Jabatan yang diemban adalah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” pesan Rakhim kepada Zulfikar.

Rektor Unismuh juga menyinggung sejumlah capaian kampusnya yang sejalan dengan keberhasilan alumninya.

Kuliah umum yang menghadirkan Wamen Perlindungan Pekerja Migran tersebut mendukung visi Unismuh untuk menjadi kampus riset dan bereputasi internasional.

“Salah satu indikator kampus bereputasi internasional adalah daya saing alumninya di ranah global. Kami bangga bahwa Unismuh mendapat pengakuan melalui LLDIKTI IX Award Tahun 2024 sebagai kampus dengan alumni terbanyak yang bekerja di luar negeri,” ungkapnya.

Pengakuan ini didukung oleh hasil tracer study yang dilakukan Badan Penjaminan Mutu Unismuh.

“Daya saing ini baru hasil dari inisiatif mahasiswa sendiri. Ke depan, Unismuh akan mendirikan lembaga khusus untuk mendampingi dan membimbing mahasiswa serta alumni yang ingin berkarir di luar negeri,” tambahnya.

Rakhim juga menyampaikan harapan agar Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dapat memberikan pendampingan dalam pembentukan lembaga tersebut, guna memperkuat persiapan alumni menuju karir global.**