MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali memimpin Gerakan Jumat Bersih yang kali ini digelar serentak di tiga kecamatan, yakni Bontoala, Wajo, dan Ujung Pandang, pada Jumat (17/10).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, serta Asisten I Bidang Pemerintahan, Andi Muhammad Yasir.

Kegiatan diawali dengan salat Subuh berjamaah di Masjid Wal-Ashri, Jalan Sungai Kelara. Usai itu, Munafri mengadakan coffee morning bersama para camat sebelum turun langsung melakukan aksi bersih-bersih.

Didampingi jajaran kecamatan, kelurahan, petugas kebersihan, Satgas Drainase, dan masyarakat sekitar, Munafri memimpin pembersihan saluran got dan kanal di sepanjang Sungai Cerekang hingga Bulu Saraung.

Dalam arahannya, Munafri menegaskan bahwa Jumat Bersih bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan gerakan bersama untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan dan mempererat kebersamaan warga.

Menurutnya, menjaga kebersihan kota tidak cukup dilakukan oleh petugas semata, tetapi seluruh warga perlu berperan aktif mulai dari lingkungan rumah masing-masing.

“Saya tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi ajang kumpul-kumpul. Ini adalah upaya kita bersama menjaga kebersihan kota sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut aktif,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Munafri juga memperkenalkan kembali konsep “teba”, yakni tempat pembuangan sampah organik yang dikelola secara komunal di setiap kelurahan.

Dengan cara sederhana menimbun sampah organik bersama daun kering  warga dapat menghasilkan pupuk kompos dalam beberapa bulan yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman atau dibagikan kepada warga lain.

“Kalau tiap kelurahan punya teba, sampah rumah tangga bisa dikelola. Lima bulan kemudian kita panen pupuk yang bisa digunakan atau dibagikan. Ini bukan hanya menjaga kebersihan, tapi juga memberi nilai ekonomi dan manfaat lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, Munafri menekankan peran penting Satgas Drainase. Ia mengingatkan agar setiap petugas tidak hanya membersihkan saluran, tetapi juga melaporkan titik rawan penyumbatan untuk menjadi dasar perencanaan proyek pemerintah. Ia juga meminta lurah memastikan tidak ada pedagang atau bangunan liar yang menutup saluran air.

Lebih jauh, Munafri menyampaikan bahwa Jumat Bersih juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Setiap Jumat pagi kita berkumpul bukan hanya untuk bersih-bersih, tapi juga untuk saling mengenal, membangun kebersamaan, dan menjaga lingkungan agar anak-anak kita terhindar dari pergaulan yang salah,” tutur Munafri.

Menutup kegiatan, ia mengajak seluruh warga menjadikan kebersihan dan kepedulian lingkungan sebagai budaya hidup masyarakat Makassar.

“Kalau kita mulai dari rumah, dari keluarga masing-masing, insyaAllah Makassar akan menjadi kota yang bersih, sehat, dan rukun,” pungkasnya.

Penulis: Ardhi