Lintaskabar.id, Gowa — Sebanyak 80 guru honorer menerima bantuan yang Wakil Bupati Gowa Darmawansyah Muin serahkan di Kantor PGRI Gowa, Selasa (17/3).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kolaborasi Bantu Guru Honorer

Darmawansyah menilai kolaborasi PGRI dan Baznas membantu pemerintah menjangkau kebutuhan tenaga honorer. Ia menegaskan sinergi ini penting bagi para pendidik.

“Kami menyampaikan terimakasih kolaborasi atau kerjasama yang baik antara PGRI dan Baznas dengan mengadakan aksi sosial ini yang peduli akan nasib para guru honorer kita,” ungkapnya.

Ia berharap bantuan tersebut meringankan beban guru honorer selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Pemkab Soroti Status PPPK

Darmawansyah menyebut Pemkab Gowa terus memperhatikan nasib guru honorer. Ia menegaskan masih banyak yang belum mendapat kepastian sebagai PPPK.

“Kami tentunya prihatin masih banyak tenaga pendidik yang belum memiliki kepastian status, padahal peran mereka sangat vital dalam pembangunan sumber daya manusia,” tegasnya.

Ia memperkirakan sekitar 600 guru honorer di Gowa belum terangkat PPPK. Ia menilai kondisi ini juga terjadi secara nasional akibat penutupan formasi.

“Ini menjadi perhatian kami. Kami tidak tinggal diam, tetapi terus berupaya agar para guru honorer mendapatkan peluang diangkat menjadi PPPK,” ujarnya.

Solidaritas dan Harapan Guru

Ketua PGRI Gowa Sampe Mangiriang menyebut kegiatan ini bentuk solidaritas kepada guru honorer.

“Inisiatif ini lahir dari kepedulian pengurus PGRI yang kemudian diperkuat melalui sinergi dengan Baznas Gowa. Meski bantuan yang diberikan masih terbatas, pihaknya berharap ke depan cakupan penerima manfaat dapat semakin luas” ungkapnya.

Sementara itu, guru honorer SMK 4 Gowa Idris Syarif mengapresiasi bantuan tersebut.

“Kami berharap pemerintah dapat membuka peluang lebih luas agar tenaga honorer dapat diangkat menjadi PPPK. Terimakasih kepada PGRI Gowa dan Baznas semoga kolaborasi ini terus terjalin dengan baik melalui aksi sosial yang dilakukan hari ini,” ujarnya. (Ar)