Lintaskabar.id, Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan mematangkan persiapan pelantikan kepengurusan baru yang akan berlangsung pada 20 Juni 2026.
DPW PPP Sulsel menjadikan agenda tersebut sebagai momentum kebangkitan partai sekaligus penguatan konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota.
Ketua DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi Amir Uskara, menegaskan pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal pergerakan baru partai di bawah kepemimpinan generasi muda.
“Pelantikan ini kami harapkan menjadi momentum besar bagi PPP Sulawesi Selatan untuk menggerakkan kembali mesin partai,” ujar Ilham, Selasa (16/6/2026).
PPP Sulsel Usung Semangat Baru Generasi Muda
PPP Sulsel ingin menghadirkan wajah partai yang lebih segar, modern, dan dekat dengan kalangan muda.
Karena itu, panitia mengemas pelantikan dengan konsep yang memadukan sinematografi, kreativitas Generasi Z, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Kami ingin memperlihatkan gambaran PPP di bawah komando generasi muda. Karena itu, konsep acara akan melibatkan unsur sinematografi, teknologi AI, dan berbagai pendekatan kreatif lainnya,” katanya.
Ketua Umum PPP dan Sejumlah Tokoh Dijadwalkan Hadir
DPW PPP Sulsel menjadwalkan kehadiran Ketua Umum PPP dalam pelantikan tersebut.
Selain itu, panitia mengundang Gubernur Sulawesi Selatan, para bupati dan wali kota, unsur Forkopimda, serta berbagai organisasi kepemudaan.
Sejumlah kepala daerah yang diusung PPP juga akan menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan partai di daerah.
DPP PPP Serahkan SK Kepengurusan DPC
Dalam rangkaian acara, DPP PPP akan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan kepada DPC yang telah terbentuk.
DPP akan menyerahkan SK secara simbolis kepada unsur ketua, sekretaris, dan pengurus DPC sebagai bagian dari penguatan struktur partai di tingkat daerah.
Pembentukan DPC Hampir Rampung
DPW PPP Sulsel telah membentuk 21 DPC kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, pengurus di Maros, Tana Toraja, dan Toraja Utara masih menyelesaikan proses pembentukan kepengurusan.
Khusus di Maros, DPW PPP Sulsel terus merangkul kader dan pengurus lama yang sempat mengalami trauma politik setelah partai gagal meraih kursi pada pemilu sebelumnya.
“Ada sedikit trauma politik karena sebelumnya PPP tidak memperoleh kursi di daerah tersebut. Namun kami tetap mengapresiasi kerja-kerja politik mereka yang nyata meskipun hasil elektoral belum sesuai harapan,” ujarnya.
Sebanyak 35 Pengurus Akan Dilantik
DPW PPP Sulsel akan melantik 35 pengurus sesuai Surat Keputusan yang telah diterbitkan.
Ilham menjelaskan struktur organisasi tetap dipertahankan, sementara perubahan hanya terjadi pada sejumlah personel di beberapa bidang.
Generasi Z dan Milenial Jadi Motor Penggerak
PPP Sulsel memberi ruang lebih besar kepada Generasi Z dan milenial untuk mengambil peran strategis dalam kepengurusan partai.
Ilham berharap setiap DPC memiliki unsur Ketua, Sekretaris, atau Bendahara (KSB) dari kalangan muda agar regenerasi kepemimpinan berjalan lebih optimal.
“Harapan saya, di setiap DPC setidaknya terdapat unsur KSB dari kalangan Generasi Z atau milenial,” katanya.
Selain itu, enam DPC di Sulawesi Selatan kini dipimpin oleh figur berlatar belakang profesional sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas kepemimpinan partai.
Pelantikan Jadi Titik Awal Konsolidasi PPP Sulsel
Ilham mengajak seluruh kader menghadiri pelantikan untuk memperkuat soliditas dan menyatukan langkah menghadapi agenda politik mendatang.
Menurutnya, pelantikan pengurus baru harus menjadi titik awal kebangkitan PPP Sulsel yang lebih kuat, progresif, dan mampu menghadirkan gagasan baru bagi masyarakat.
“Pada prinsipnya, kami ingin seluruh kader hadir dalam pelantikan ini agar dapat bersama-sama mendengarkan arahan dan semangat baru yang dibawa kepengurusan PPP Sulawesi Selatan,” pungkasnya.
Ia berharap momentum tersebut mampu memperkuat konsolidasi partai sekaligus meningkatkan kontribusi PPP Sulsel bagi masyarakat.
“Harapannya, momentum ini menjadi titik awal konsolidasi partai yang lebih kuat, progresif, dan mampu menghadirkan gagasan-gagasan baru bagi masyarakat,” tutupnya.







