MAKASSAR—Fakultas Psikologi Universitas Bosowa (Unibos) melalui Pusat Studi Intervensi Psikologi Sosial dan Kebencanaan bekerja sama dengan Konsorsium II (WRI, ARUP, dan Vital Strategies) menggelar Talkshow Tur Buku bertajuk “Kiri Depan Daeng!”, di Ruang Teater 1, Menara Bosowa, lantai 7, Selasa kemarin.
Talkshow ini mengusung tema menarik: “Ngehits Bersama Transportasi Publik: Estetik, Nyaman, dan Bikin Happy (Harapan atau Angan-Angan?)”.
Para pembicara utama meliputi Patmawaty Taibe, (Dekan Fakultas Psikologi Unibos), Dr. A. Burchanuddin, (Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unibos), serta Asyura Adelia Machmud (Mahasiswa Unibos).
Hadir pula narasumber eksternal, yakni Andi Nur Diyana, (Kepala UPT Trans Mamminasata, Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan) dan Azizi Diah Apriliyah (Fotografer sekaligus Kontributor Buku “Kiri Depan Daeng!”). Talkshow ini dimoderatori oleh Victoria Ngantung, Manager Komunikasi Yayasan BaKTI.
Koordinator Konsorsium II, Luna Vidya, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperluas jangkauan buku digital “Kiri Depan Daeng!” sebagai arsip pengetahuan mengenai mobilitas warga Makassar.
Buku tersebut diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dalam menyusun kebijakan transportasi publik yang lebih baik di Makassar.
Andi Nur Diyana menyoroti penggunaan kendaraan pribadi yang masih mendominasi di Makassar.
Ia juga menjelaskan bahwa meskipun Trans Mamminasata pernah beroperasi, kini hanya tersisa satu koridor yang disubsidi pemerintah pusat, sementara lainnya telah dikelola pemerintah daerah karena kendala operasional.
Sementara itu, Dr. Burchanuddin mengungkapkan bahwa masalah transportasi di Makassar tergolong klasik, terutama kemacetan di beberapa titik strategis. Selain itu, ia menyayangkan minimnya inklusivitas transportasi publik, khususnya bagi penyandang disabilitas.
Patmawaty Taibe menambahkan bahwa transportasi publik yang berkualitas dapat mendukung pembangunan sumber daya manusia yang lebih baik, sebagaimana terlihat di negara-negara seperti China dan Yunani.
Para narasumber sepakat bahwa pemerintah perlu menyediakan halte yang nyaman dan aman, serta merancang kebijakan prioritas untuk mendukung keberlanjutan transportasi publik.
Selain talkshow, acara ini dirangkaikan dengan pameran foto bertema transportasi publik di Makassar yang menampilkan karya dari Konsorsium II dan mahasiswa Fakultas Psikologi Unibos.
Acara ini menjadi ajang penting untuk mendorong diskusi tentang transportasi publik di Makassar, sekaligus menjadi langkah awal untuk mempromosikan perubahan positif dalam sistem transportasi kota.
Penulis:Anugrah







