MAKASSAR- Calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Mohammad Ramdhan Pomanto menyerap banyak keluhan warga setempat ketika melakukan kampanye di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Selasa 16 Oktober 2024.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah satunya keluhan warga terhadap harga hasil panen yang masih murah, sementara biaya produksi lumayan mahal.

“Luas area pertanian di Kabupaten Bone lumayan luas. Tapi hal itu belum mensejahterakan nasib petani. Harga gabah masih murah,” keluh Ari, salah seorang Warga Kahu Bone.

Ari menambahkan mestinya pemerintah berperan aktif dalam membantu para petani. Seperti bantuan bibit dan pupuk.

“Itu adalah kewajiban pemerintah. Bantuan itu wajar. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah mengangkat harga jual hasil panen,” ungkap Ari.

Menyikapi hal tersebut, Danny Pomanto, tegas mengatakan bahwa momentum Pilgub 27 November 2024 merupakan kesempatan dan peluang emas bagi warga untuk mengubah nasibnya datang memilih Calon Gubernur yg tepat.

“Saatnya kita berusaha mengubah nasib. Petani punya hak untuk hidup sejahterah,” ujar Danny Pomanto.

Danny melanjutkan, sejak menjadi Walikota Makassar selama 10 tahun, dirinya mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Makassar menjadi 1,7 Triliun di tahun 2023. Pencapaian itu berdampak positif bagi kesejahteraan hidup warga makassar.

“Sebelum saya jadi Walikota Makassar, pendapatan RT/ RW hanya 75.000 per bulan. Namun saat ini sudah mencapai angka 1,2 Jt Perbulan,” beber Danny.

Untuk meningkatkan taraf hidup petani, dihadapan Warga Kahu Bone, Danny Pomanto bertekad memberi harga terbaik untuk hasil panen petani.

“Yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga harga jual hasil panen petani. Pemerintah wajib mengintervensi dengan membeli hasil panen. Jika ini dilakukan, petani kita sejahtera,” kunci Danny Pomanto.**